27.1 C
Jakarta

Rapimwil 1 PWPM Bali Minta Pemerintah Bali Segera Buka Jalur Pariwisata Via Bandara Internasional Ngurah Rai

Baca Juga:

LUMINTANG, MENARA62.COM – Persis sehari setelah pelaksanaan Reflekasi Milad ke 56 Kokam Nasional, Sabtu 2 Oktober 2021 Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Bali menggelar RAPIMWIL I atau Rapat Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Bali I yang diadakan di Wisma Sejahtera Kemenag Denpasar dari tanggal 2-3 Oktober 2021.

Rapimwil PWPM Bali ini juga menggelar Diskusi Panel yang menghadirkan Pembicara ayahanda Ali Susanto, M.Pd Ketua PDM Buleleng, ayahanda Tatang Wisnu Wardhana selaku Sekretaris PDM Denpasar dan abangda Azizzuddin, M.A Tokoh Muda Muhammadiyah dan Mantan Ketua PWPM Bali. Diskusi yang digelar ditengah-tengah acara Muspimwil ini mengambil tema ” Quo Vadis Muhammadiya Bali : Teropong Kepemimpinan Muhammadiyah Bali ke Depan.

Dari ketiga nara sumber yang ditampilkan memberi signal, bahwa semua pimpinan Muhammadiyah kedepan wajib mengawakafkan dirinya untuk Muhammadiyah, senantiasa memikirkan Muhammadiyah disetiap waktunya bukan disela-sela waktu baru memikirkan Muhammadiyah.

Dalam kesempatan Diskusi yang sangat dahsyat ini hadir pula selaku undangan semua AMM dan dibersamai oleh Bunda Takwalin selaku ketua ‘Aisyiyah Bali dan Ketua Dikdasmen PWM Bali bapak H. Ismoyo S. Sumarlan. Tidak ketinggalan hadir juga mantan-mantan Ketua Pemuda Wilayah Muhammadiyah Bali.

Rapimwil yang dihadiri semua PDPM se Bali ini akhirnya melahirkan sebuah Rekomendasi bersama yang ditujukan kepada pihak Internal yaitu kepada PWPM dan PDPM se Bali. Sementara pihak Eksternal yang diberikan rekomendasi adalah Pemerintah dan MUI Bali.

Dalam Rekomendasi yang ditujukan kepada Pemerintah, peserta RAPIMWIL mendesak pemerintah agar segera membuka jalur penerbangan Internasional supaya kehidupan pariwisata Bali cepat kembali normal seperti sediakala. Mereka juga meminta agar pemerintah meningkatkan pengawasan atas peredaran Miras, narkoba dan menjamurnya hiburan malam.

Pada kesempatan itu juga dalam konsfrensi pers bersama beberapa media Ketua PWPM Bali Muh. Syobri, S.Pd I menyampaikan rekomendasinya agar pemerintah mengkaji kembali penerapan aplikasi PeduliLindungi sebagai satu-satunya akses ke tempat fasilitas publik. Penerapan aplikasi ini menurut mereka terkesan membatasi ruang gerak atau diskriminasi kepada sebagian masyarakat yang belum vaksin apapun penyebabnya.

Sementara untuk PDPM se Bali RAPIMWIL juga memberikan beberapa rekomendasi antara lain adalah agar PDPM sebali membentuk KOKAM di daerah masing-masing dan mengaktifkan keterlibatkan KOKAM dalam pengawalan aset dan kegiatan Muhammadiyah.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!