33.9 C
Jakarta

Rektor UMS: Kualitas Wajib di Era AI

Baca Juga:

MAGELANG, MENARA62.COM – Penguatan kualitas di tengah derasnya arus teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi pesan utama yang disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, dalam Sarasehan Wartawan dan Digital Creators UMS yang berlangsung di Magelang, 6-7 Juni 2026.

 

Dalam sambutannya, Harun menegaskan bahwa kuantitas memang penting dalam dunia digital, namun kualitas merupakan syarat mutlak yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, fenomena influencer dengan jutaan pengikut dan nilai komersial tinggi menunjukkan pentingnya kuantitas, tetapi keberlanjutan reputasi tetap ditentukan oleh kualitas konten yang dihasilkan.

 

“Kuantitas itu penting, tetapi kualitas itu wajib,” tegas Harun di hadapan wartawan dan kreator digital yang mengikuti kegiatan tersebut.

 

Ia mencontohkan bagaimana pemberitaan negatif sering kali lebih cepat mendapatkan perhatian publik karena didukung angka dan trafik yang besar. Namun, capaian tersebut tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas informasi yang disajikan.

 

AI Harus Diawasi Secara Serius

 

Dalam kesempatan itu, Harun juga menyoroti penggunaan AI yang semakin masif di lingkungan pendidikan tinggi. Ia mengungkapkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa dari 111 makalah yang lolos seleksi awal berdasarkan struktur dan jumlah kata, hanya satu makalah yang berhasil melewati pemeriksaan AI dan similarity secara baik.

 

Data tersebut, menurutnya, menjadi sinyal bahwa pemanfaatan AI memerlukan pengawalan serius agar mampu memberikan manfaat optimal tanpa mengorbankan integritas akademik.

 

“AI memang memudahkan pekerjaan, tetapi penggunaannya harus dikawal secara ketat agar menghasilkan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

 

Harun menjelaskan, AI pada dasarnya bekerja dengan mengumpulkan dan mengolah data yang telah tersedia di internet. Karena itu, tingkat akurasi hasil yang dihasilkan AI sangat bergantung pada kualitas sumber data yang digunakan.

 

Jika informasi yang beredar belum terverifikasi atau tidak lengkap, AI berpotensi menghasilkan kesimpulan yang kurang tepat. Oleh sebab itu, ia mendorong lahirnya konsep “AI yang bernilai”, yakni AI yang didukung data berkualitas, valid, dan reliabel.

 

Media Punya Peran Strategis

 

Menurut Harun, media massa dan para kreator digital memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem informasi yang sehat. Di era digital saat ini, kualitas data dan informasi yang dipublikasikan akan menjadi rujukan bagi berbagai sistem teknologi, termasuk AI.

 

Karena itu, ia mengajak insan media untuk terus menjaga standar jurnalistik dan memastikan setiap informasi yang dipublikasikan memiliki dasar yang kuat serta dapat dipertanggungjawabkan.

 

“AI hanya akan sebaik data yang tersedia. Karena itu, kualitas informasi yang diproduksi media menjadi sangat penting,” katanya.

 

Pemeringkatan Kampus Kini Semakin Selektif

 

Harun juga menyinggung perkembangan sistem pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang terus mengalami perubahan. Lembaga seperti QS dan Times Higher Education (THE), kata dia, terus memperbarui metode penilaiannya agar lebih mencerminkan kualitas dan keberlanjutan kinerja akademik.

 

Ia menjelaskan bahwa tren terbaru pemeringkatan tidak lagi sekadar menghitung jumlah publikasi, tetapi lebih menitikberatkan pada konsistensi dan kualitas publikasi dalam tiga tahun terakhir. Bahkan, kerja sama publikasi yang diperhitungkan dibatasi pada sejumlah perguruan tinggi tertentu untuk menjaga validitas data.

 

“Yang dicari sekarang bukan hanya banyaknya publikasi, tetapi kualitas dan konsistensinya,” ungkapnya.

 

Strategi UMS Bangun Reputasi Digital

 

Sebagai bagian dari strategi pengembangan institusi, UMS mengombinasikan pendekatan formal melalui indikator yang digunakan QS dan THE dengan penguatan reputasi digital melalui media massa dan platform digital.

 

Harun menyebut bahwa UMS juga memanfaatkan berbagai lembaga pemeringkatan lain seperti Unirank, Webometrics, EduRank, hingga UI GreenMetric untuk memetakan capaian institusi secara lebih komprehensif.

 

Menurutnya, pendekatan berbasis data yang valid dan reliabel menjadi kunci dalam meningkatkan reputasi perguruan tinggi. Karena itu, UMS terus melakukan sinkronisasi data dari berbagai sumber untuk memastikan kualitas informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan.

 

Beasiswa Digital Creators Capai Rp125 Juta

 

Dalam forum tersebut, Harun turut memaparkan komitmen UMS dalam mengembangkan sumber daya manusia melalui berbagai program beasiswa strategis.

 

Salah satunya adalah beasiswa bagi digital creators yang nilainya mencapai Rp100 juta hingga Rp125 juta untuk dua konten digital. Sementara itu, pada bidang kedokteran, nilai beasiswa yang diberikan dapat mencapai Rp800 juta hingga Rp850 juta.

 

Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan keseriusan UMS dalam mendukung talenta-talenta unggul, termasuk di bidang digital yang kini memiliki peran besar dalam membangun reputasi institusi.

 

Kembangkan Kampus Baru di Bali

 

Selain memperkuat kampus utama, UMS juga tengah fokus mengembangkan kampus baru di Bali melalui Universitas Bali Internasional Muhammadiyah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi dan penguatan kontribusi Muhammadiyah dalam pendidikan tinggi nasional.

 

Harun menambahkan, optimalisasi website melalui strategi SEO dan penguatan jejaring media juga terus dilakukan. Upaya tersebut terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan visibilitas dan peringkat institusi dalam berbagai pemeringkatan.

 

Sarasehan Wartawan dan Digital Creators UMS di Magelang menjadi ruang dialog antara perguruan tinggi, media, dan kreator digital untuk membahas tantangan serta peluang di era transformasi digital. Melalui forum ini, UMS menegaskan komitmennya untuk mengedepankan kualitas, integritas data, dan pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab demi kemajuan pendidikan tinggi Indonesia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!