MADIUN, MENARA62.COM – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) saat melakukan kunjungan kerja ke kampus tersebut, Sabtu (6/6/2026).
Kehadiran mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang dua periode itu disambut jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan civitas akademika UMJT di Ruang Rapat I Kampus I UMJT yang sebelumnya dikenal sebagai Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD).
Dalam pengarahan yang berlangsung sekitar 40 menit, Fauzan menegaskan bahwa perguruan tinggi yang ingin berkembang menjadi institusi besar harus meninggalkan budaya kerja biasa-biasa saja dan berani membangun budaya kerja yang produktif, inovatif, serta berorientasi pada kemajuan.
“Jangan menggunakan budaya kerja yang biasa-biasa saja. Ibarat mengikuti lomba balap, kalau kita bisa lebih cepat sejak awal akan lebih bagus,” ujarnya di hadapan civitas akademika UMJT.
Konsolidasi Jadi Kunci Kemajuan Kampus
Menurut Fauzan, percepatan pengembangan perguruan tinggi tidak dapat dilakukan tanpa konsolidasi yang kuat. Ia mengibaratkan proses tersebut seperti seorang imam yang memastikan barisan makmum telah rapi sebelum memulai salat.
Konsolidasi yang dimaksud tidak hanya menyangkut aspek fisik dan organisasi, tetapi juga kesamaan visi, cita-cita, serta arah pengembangan kampus.
“Apa yang dirapatkan tidak hanya fisik, tetapi juga niat. Semua yang terlibat dalam manajemen kampus harus memahami arah kampus akan dibawa ke mana,” katanya.
Guru Besar bidang pendidikan tersebut menjelaskan bahwa konsolidasi idiil mencakup komitmen, integritas, loyalitas, dan semangat bersama dalam membangun institusi. Menurutnya, aspek nonmaterial tersebut justru menjadi fondasi utama bagi kemajuan sebuah perguruan tinggi.
Loyalitas dan Integritas Harus Dijaga
Dalam kesempatan itu, Fauzan juga menyoroti pentingnya loyalitas seluruh civitas akademika terhadap institusi. Ia mengingatkan agar dosen dan tenaga kependidikan tetap menunjukkan sikap positif terhadap kampus, baik di dalam maupun di luar lingkungan kerja.
Menurutnya, loyalitas bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari integritas yang akan menentukan keberkahan dan kemajuan lembaga.
“Jangan sekali-kali saat berada di luar kampus tidak menunjukkan loyalitas. Hal seperti ini harus dipahami betul karena akan menjadi penyakit bagi organisasi,” tegasnya.
Selain loyalitas, Fauzan menilai komitmen terhadap waktu dan pekerjaan juga menjadi bagian penting dari budaya akademik. Ia mendorong seluruh civitas akademika menjadikan kampus sebagai rumah kedua sehingga hubungan yang terbangun tidak semata-mata bersifat transaksional.
UMJT Diminta Bangun Pelayanan Humanis
Khusus untuk UMJT yang sedang berada dalam fase pengembangan, Fauzan menilai kampus memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih cepat jika mampu memetakan langkah-langkah strategis sejak dini.
Ia menekankan pentingnya pelayanan yang humanis kepada mahasiswa. Menurutnya, pelayanan tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan administratif, tetapi harus mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan membangun kedekatan emosional.
“Pelayanan harus humanis, tidak hanya sekadar melayani mahasiswa, tetapi membuat mahasiswa merasa senang,” ujarnya.
Tanamkan Mental Kampus Besar
Fauzan juga mengajak seluruh sivitas akademika UMJT untuk memiliki keyakinan bahwa kampus tersebut dapat berkembang menjadi perguruan tinggi besar dan berdaya saing.
Karena itu, ia meminta seluruh elemen kampus menghindari pola pikir stagnan dan merasa nyaman dengan kondisi yang ada. Sebaliknya, mereka harus memiliki semangat untuk terus mengejar ketertinggalan dan berani menetapkan standar yang lebih tinggi.
“Kita harus merasa jika tertinggal itu seperti apa. Harus tergopoh-gopoh mengejar ketertinggalan, jangan sampai sudah tertinggal tetapi tidak merasa tertinggal,” kata Fauzan.
Kunjungan kerja Wamendiktisaintek ini menjadi suntikan semangat bagi UMJT yang tengah melakukan transformasi kelembagaan dan penguatan kualitas akademik. Dukungan pemerintah diharapkan semakin mempercepat langkah UMJT dalam mewujudkan visi menjadi perguruan tinggi unggul, inovatif, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. (PJ)
