MAGELANG, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan pentingnya kolaborasi antara wartawan dan kreator digital dalam mendukung kemajuan perguruan tinggi. Komitmen tersebut disampaikan Kepala Biro Sekretariat Unibersitas UMS, Andy Dwi Bayu Bawono, dalam kegiatan Sarasehan Wartawan dan Digital Creator UMS yang berlangsung di Magelang, 6-7 Juni 2026.
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat sinergi dengan insan media melalui Sarasehan Wartawan dan Digital Creator yang digelar di Magelang. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus forum diskusi untuk memperkuat kolaborasi antara media konvensional dan media digital di tengah perkembangan teknologi komunikasi yang semakin pesat.
Dalam sambutannya, Andy Dwi Bayu Bawono menjelaskan bahwa saat ini fungsi kehumasan telah terintegrasi dalam Sekretariat Universitas. Struktur tersebut merupakan hasil penggabungan sejumlah fungsi yang sebelumnya berjalan terpisah sehingga koordinasi komunikasi institusi menjadi lebih efektif.
“Divisi humas sekarang berada di bawah Sekretariat Universitas. Ini menjadi bagian dari upaya integrasi agar komunikasi institusi berjalan lebih baik,” ujarnya.
Menurut Andy, sarasehan ini sengaja mempertemukan wartawan dan kreator digital karena keduanya memiliki peran strategis dalam ekosistem komunikasi modern. Media konvensional yang memiliki pengalaman dan kredibilitas tinggi dinilai perlu berkolaborasi dengan kreator digital yang dekat dengan generasi milenial dan Gen Z.
“Yang tradisional dan modern harus berjalan bersama. Media konvensional tetap penting, sementara media digital menjadi ruang komunikasi yang sangat dekat dengan generasi muda,” katanya.
Ia menegaskan, UMS memandang wartawan dan kreator digital sebagai stakeholder penting yang turut mendukung perkembangan universitas. Melalui pemberitaan, publikasi, hingga konten kreatif, media berkontribusi dalam membangun reputasi dan memperluas jangkauan informasi kampus kepada masyarakat.
Andy mengungkapkan bahwa media juga memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian perguruan tinggi. Bahkan, eksposur dan pemberitaan yang positif serta berkualitas menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi visibilitas dan peringkat universitas di berbagai pemeringkatan.
“Media adalah salah satu pilar penting kemajuan UMS. Karena itu, kami membutuhkan komunikasi yang baik, cepat, dan akurat,” ungkapnya.
Sebagai institusi besar dengan lebih dari 800 dosen, sekitar 450 karyawan, serta sekitar 35 ribu mahasiswa aktif dari total hampir 40 ribu mahasiswa, UMS menghadapi tantangan tersendiri dalam pengelolaan informasi. Karena itu, diperlukan sistem komunikasi yang kuat serta mitigasi isu yang efektif.
Andy mengakui bahwa dalam organisasi besar selalu ada kemungkinan munculnya persoalan atau kesalahan yang bersifat insidental. Namun, menurutnya, hal tersebut harus segera ditangani melalui langkah mitigasi dan perbaikan berkelanjutan.
Dalam konteks itu, media diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mitra strategis yang memberikan kritik, masukan, dan perspektif objektif bagi kampus.
“Kami membutuhkan informasi yang masuk dan keluar secara tepat. Kritik dan saran dari teman-teman media sangat penting sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan institusi,” jelasnya.
Ia juga berharap wartawan dan kreator digital dapat terus menjaga komunikasi dengan UMS serta memberikan informasi terkait berbagai isu yang berkembang. Dengan demikian, kampus dapat melakukan langkah antisipatif terhadap potensi persoalan yang muncul.
Menurut Andy, hubungan yang erat antara kampus dan media akan menciptakan komunikasi yang sehat, transparan, dan saling menguntungkan. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi fondasi penting dalam membangun institusi pendidikan yang lebih kuat dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Menutup sambutannya, Andy menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dalam sarasehan tersebut. Ia menegaskan bahwa UMS tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“UMS tidak akan berjalan tanpa dukungan media. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut melalui berita, masukan, dan berbagai bentuk dukungan lainnya demi kemajuan bersama,” pungkasnya. (*)

