25.6 C
Jakarta

Sampaikan Kritik Melalui Media Sosial, Anggota DPRD OKU Didemo Karyawan RSUD Ibnu Sutowo

Must read

Peran Perpustakaan Harus Ditingkatkan Guna Menunjang Budaya Literasi Masyarakat

JAKARTA, MENARA62.COM - Di era yang serba digital perpustakaan memang bukan satu-satunya sumber  informasi untuk masyarakat. Perangkat gawai dan perangkat raksasa yang bernama Google...

Ini Cara Kedai Kopi Guyon Bertahan Di Tengah Pandemi Corona

JAKARTA, MENARA62.COM – Roda bisnis berubah drastis akibat pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Perubahan ini juga terasa pada bisnis Kedai Kopi Guyon yang...

Rian ‘Kopirative’ Buktikan Membuka Usaha Tak Selalu Padat Modal

JAKARTA, MENARA62.COM - Memulai bisnis tidak selalu harus merogoh kocek yang besar alias padat modal. Dengan modal yang terbatas, asalkan dikelola dengan baik, maka...

Sanksi PSBB di DKI Kurang Tegas, Masyarakat Abai Protokol Kesehatan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan kembali di Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan nampaknya tidak terlalu efektif. Hal ini dapat dilihat...

OKU, MENARA62.COM– Niat hati mengkritik pelayanan rumah sakit, tetapi Mulawarman, anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan malah didemo oleh para dokter, karyawan, perawat dan pimpinan rumah sakit umum daerah *RSUD) Ibnu Sutowo Baturaja. Kritik yang diposting melalui media sosial faceebook tersebut dinilai melecehkan pihak rumah sakit.

Direktur RSUD Ibnu Sutowo dr Rynna Diana meminta agar Mulawarman segera meminta maaaf baik langsung, melalui media sosial maupun media massa.

“Kami sudah bekerja sepenuh hati meski dengan serba keterbatasan karena anggaran yang kami terima tidak besar. Kami tidak membeda-bedakan pasien, semua kami beri pelayanan sama. Berapapun pasien yang datang tetap kami berusaha tampung meskipun ruangan dan ketersediaan tempat tidur di RSUD terbatas. Oleh karena itulah jangan hina kami,” ujar  dr Ryanna, Jumat (29/9/2017).

 
Meski ratusan karyawan dan dokter ikut melibatkan diri dalam aksi tersebut, diakui dr Ryanna, pelayanan di rumah sakit tetap berjalan baik. Dari 700 karyawan yang ada di rumah sakit Ibnu Sutowo, hanya 500 orang yang ikut turun ke jalan. Sisanya, 200 orang tetap menjalankan tugas pelayanan kesehatan.

Massa diterima oleh Kasat Satpol PP Agus Salim dan anggota DPRD Yopi Sahrudin SSos.

Setelah melalui negosiasi yang alot, akhirnya Mulawarman bersedia menemui karyawan RSUD Ibnu Sutowo.

“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak RSUD, ketahuilah sesungguhnya tidak ada maksud saya untuk menghina atau melecehkan. Saya berjanji akan memenuhi tuntutan kalian meminta maaf di media sosial dan media cetak,” tegasnya.

Sementara itu Sekretaris DPD Partai Nasdem OKU Rahmat Saleh mewakili partainya juga meminta maaf kepada seluruh staf dan karyawan RSUD Ibnu Sutowo Baturaja.

 
“Mengkritik sah-sah saja, tetapi jangan melalui media sosial. Sebagai anggota dewan bisa saja memanggil pihak rumah sakit. Tetapi kami akan menegur saudara Mulawarman,” katanya.

 
Kritik terhadap RSUD Ibnu Suotowo itu sendiri diposting melalui facebook oleh Mulawarman pada 26 September 2017. Postingan tersebut dilakukan setelah yang bersangkutan menjenguk kerabatnya yang dirawat di RSUD Ibnu Sutowo.

“MEMPERIHATINKAN..Jadi perhatian serius..1 ranjang ada 2 pasien..NASIP MASARAKT JELATA..yg sudah di tampung di RSUD SUTOWO BTA..BERBAGAI ALASAN YG MUNCUL..LALU APA YG AKAN TERJADI BILA TIDAK DIBENAHI..”

Dalam postingan tersebut, Mulawarman juga menyertakan sejumlah foto pasien di ruang perawatan.

Dirut RSUD Ibnu Sutowo dr Ryanna sempat memberikan respon di facebook Mulawarman.

“Bapak anggota drpr yang terhormat…perlu bapak ketahui rsud tidak bisa menolak pasien….harus nya bapak bangga dalam keadaan yg sdh full kami masih mau menampung pasien meskipun kondisi nya harus demikian…klo bukan kami yg menampung pasien tidak mampu apakah bapak punya solusi nya…kita tidak bicara masalah anggaran…ada baik nya bapak lebih bijak dalam menilai dan saya selaku direktur rs mengundang bapak untuk melihat kembali sistem kami….apakah bapak paham kami tidak boleh menolak pasien….jadi selama pasien tersebut mau menerima kondisi rs yg penuh maka kami akan tetap melayani semampu kami…tapi jika bapak tidak berkenan…apakah kami boleh menolak pasien sehingga tidak perlu berbagi tempat tidur ( Arda)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Peran Perpustakaan Harus Ditingkatkan Guna Menunjang Budaya Literasi Masyarakat

JAKARTA, MENARA62.COM - Di era yang serba digital perpustakaan memang bukan satu-satunya sumber  informasi untuk masyarakat. Perangkat gawai dan perangkat raksasa yang bernama Google...

Ini Cara Kedai Kopi Guyon Bertahan Di Tengah Pandemi Corona

JAKARTA, MENARA62.COM – Roda bisnis berubah drastis akibat pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Perubahan ini juga terasa pada bisnis Kedai Kopi Guyon yang...

Rian ‘Kopirative’ Buktikan Membuka Usaha Tak Selalu Padat Modal

JAKARTA, MENARA62.COM - Memulai bisnis tidak selalu harus merogoh kocek yang besar alias padat modal. Dengan modal yang terbatas, asalkan dikelola dengan baik, maka...

Sanksi PSBB di DKI Kurang Tegas, Masyarakat Abai Protokol Kesehatan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan kembali di Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan nampaknya tidak terlalu efektif. Hal ini dapat dilihat...

New Normal, Can Cuts Barbershop Terapkan Standar Protokol Kesehatan

BEKASI, MENARA62.COM – Sejak wabah Covid-19 melanda tanah air, beberapa sektor perekonomian mengalami dampaknya, termasuk usaha Can Cuts Barbershop. Usaha jasa potong rambut di...