28 C
Jakarta

Sebanyak 17 Sekolah Nasional Terintegrasi Siap Beroperasi Tahun Ini

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) siap membangun dan mengoperasikan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) baru di 17 kabupaten/kota pada tahun ini dengan nilai anggaran total Rp9,12 triliun.  Sekolah model ini, dilatarbelakangi oleh rendah dan timpangnya capaian mutu pendidikan.

Data menunjukkan hanya 4 persen (263) kecamatan yang memiliki SMP dan SMA dengan capaian baik seperti akreditasi A, persentase murid di atas minumum 90%, skor pembelajaran yang mambangun  kemampuan. fondasi lebih dari 90% untuk PAUD dan skor literasi (A1) , numerasi (A2) lebih dari 75% untuk Dasmen.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan saat ini Kemendikdasmen tengah menyiapkan kelas transisi yang memadai, baik memanfaatkan berbagai ruangan yang ada di Unit Pelaksana Teknis (UPT) maupun ruangan lain yang disediakan oleh pemerintah daerah selama proses pembangunan gedung SNT yang baru.

“Sebanyak 17 SNT yang akan beroperasi tahun 2026 telah disiapkan kelas transisi yang memadai, seperti di OIKN, UPT Kemendikdasmen, dan tempat belajar lainnya yang disediakan oleh pemerintah daerah,” kata Mendikdasmen Mu’ti dalam kegiatan Taklimat Media Program Sekolah Nasional Terintegrasi di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Senin (20/7/2026).

Adapun 17 SNT tersebut akan berlokasi di Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Sementara terkait target secara keseluruhan, pihaknya menerima arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk membangun SNT secara bertahap di 500 kabupaten/kota sampai dengan tahun 2029. “SNT juga diselenggarakan mengikuti arahan Bapak Presiden yang sangat jelas, yang di dalamnya pemerintah menyiapkan 500 layanan SNT secara bertahap sampai dengan tahun 2029,” katanya.

Untuk mendukung pembangunan dan penyelenggaraan SNT tahun ini, pihaknya telah menerima Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp9,12 triliun yang dicairkan dalam dua tahap khusus untuk pelaksanaan program prioritas Presiden tersebut. Pencairan tahap pertama ABT untuk pembangunan dan penyelenggaraan program SNT sebesar Rp204,5 miliar dan pencairan tahap keduanya sebesar Rp8,9 triliun.

Bangun Fasilitas Pendukung

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD Dikdasmen Gogot Suharwoto memaparkan rencana pemerintah dalam mengembangkan SNT beserta ekosistem pendukungnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2027 dengan menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur, peningkatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Dirjen Gogot menjelaskan bahwa pembangunan sekolah dilakukan secara bertahap. Sejumlah sekolah ditargetkan mulai dibangun dan beroperasi lebih awal, sementara pembangunan lainnya beserta fasilitas pendukung akan dimulai pada tahun 2027 sesuai tahapan yang telah disusun pemerintah.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan berbagai fasilitas penunjang guna menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas. Fasilitas tersebut meliputi pengembangan green school, workplace development studies, future learning, creative partners studio, pusat pengembangan guru, pusat inovasi guru, hingga fasilitas olahraga. Seluruh fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih modern, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Dirjen Gogot juga menjelaskan bahwa pemerintah akan mengembangkan beberapa model sekolah unggulan. Model tersebut mencakup sekolah unggulan nasional sebagai fondasi, sekolah dengan kekhasan tertentu, serta sekolah berbasis potensi lokal sesuai karakteristik masing-masing daerah. Dengan pendekatan tersebut, setiap sekolah diharapkan mampu mengembangkan keunggulan yang sesuai dengan potensi wilayahnya.

Dalam pengembangan kurikulum, pemerintah akan memperkuat pembelajaran di bidang sains, teknologi, rekayasa, seni, matematika (STEAM), serta olahraga. Penguatan tersebut akan dipadukan dengan digitalisasi pembelajaran agar peserta didik memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja di masa depan.

Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik. Rekrutmen guru serta penempatan guru senior menjadi bagian dari strategi untuk memastikan proses pembelajaran berjalan optimal di sekolah-sekolah unggulan.

Untuk proses penerimaan peserta didik, Dirjen Gogot menjelaskan bahwa sekolah diperuntukkan bagi putra-putri terbaik dari daerah tempat sekolah tersebut didirikan. Seleksi akan dilaksanakan oleh panitia yang ditunjuk melalui beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi hingga tes kemampuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada tahap awal implementasi, pemerintah menargetkan pembangunan sekolah unggulan di puluhan kabupaten sebagai proyek percontohan. Jumlah tersebut akan terus bertambah secara bertahap hingga menjangkau lebih banyak daerah di seluruh Indonesia.

Di bidang transformasi digital, pemerintah juga tengah menyiapkan Learning Management System (LMS) sebagai platform pembelajaran yang menyediakan bahan ajar, literasi digital, materi pembelajaran berbasis teknologi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Platform tersebut diharapkan mampu mendukung proses belajar mengajar secara lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi pendidikan, pemerintah juga akan mendorong sekolah negeri agar mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional melalui berbagai program pengembangan dan kompetisi. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda Indonesia yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!