YOGYAKARTA, MENARA62.COM – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr. H. Amirsyah Tambunan, mengajak seluruh insan LPPOM Group untuk terus memperkuat kinerja organisasi sebagai upaya mengakselerasi pengembangan ekosistem halal di Indonesia menuju implementasi Wajib Halal Oktober (WHO) 2026.
Mengawali sambutannya pada acara Employee Gathering LPPOM Group di kawasan wisata HeHa Bukit Gamping, Yogyakarta, Amirsyah menyampaikan pantun:
Family Gathering ke Yogyakarta,
Jangan lupa beli bakpia.
Mari perkuat kerja sama secara seksama,
Agar LPPOM tetap berjaya.
Amirsyah menyampaikan apresiasi atas kebersamaan seluruh insan LPPOM Group. Menurutnya, kegiatan Employee Gathering bukan sekadar agenda kebersamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, membangun komunikasi, meningkatkan semangat kerja, serta mempererat kolaborasi antarkaryawan, Jumat (7/8/26)
Mengusung tema “Grow with Values” (Tumbuh Bersama Nilai-Nilai), kegiatan ini diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh insan LPPOM Group dalam mewujudkan peningkatan kinerja dan pencapaian target organisasi pada tahun 2026.
“Melalui semangat Grow with Values, LPPOM harus terus bertumbuh dengan memperkuat budaya organisasi yang berlandaskan nilai-nilai IHSAN,” ujar Amirsyah.
Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai IHSAN menjadi fondasi utama organisasi, yaitu:
- Integritas, menjaga kejujuran, amanah, dan transparansi dalam setiap tindakan serta pengambilan keputusan.
- Handal, profesional dan kompeten dalam menjalankan pemeriksaan, audit, dan layanan sertifikasi halal.
- Sinergi, membangun kerja sama yang kuat antardivisi maupun dengan seluruh pemangku kepentingan.
- Antusias Berinovasi, terus mengembangkan berbagai inovasi untuk menjawab tantangan dan peluang sertifikasi halal.
- Nomor Satukan Pelanggan, memberikan pelayanan terbaik dengan mengutamakan kepuasan pelanggan.
Menurut Amirsyah, nilai-nilai tersebut harus menjadi budaya kerja yang mampu memperkuat daya saing LPPOM dalam menghadapi dinamika industri halal yang terus berkembang.
Sebagai Sekretaris Dewan Pengawas LPPOM, Amirsyah juga mengajak seluruh insan LPPOM memanfaatkan momentum Employee Gathering sebagai sarana untuk recharge dan reconnect, yaitu mengisi kembali energi, mempererat hubungan antarkaryawan, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, serta membangun motivasi baru agar mampu memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.
“Setiap individu perlu terus meningkatkan inisiatif, kontribusi, dan kinerjanya sehingga tercipta employee engagement, yakni keterikatan emosional, komitmen, dan rasa memiliki terhadap organisasi. Dengan demikian, seluruh target strategis LPPOM dapat dicapai secara optimal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Amirsyah menegaskan bahwa Dewan Pengawas terus mendorong LPPOM memperkuat sinergi lintas fungsi dan penyamaan arah seluruh unit kerja dalam mendukung implementasi Wajib Halal Oktober (WHO) 2026. Penguatan tersebut dilakukan melalui peningkatan service excellence, diferensiasi layanan, serta percepatan transformasi organisasi agar mampu memberikan pelayanan sertifikasi halal yang semakin berkualitas.
Memperluas Akselerasi Produk Halal
Amirsyah menegaskan bahwa peluang pengembangan industri halal nasional masih sangat besar. MUI terus mendorong agar 80–90 persen pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dapat memiliki sertifikat halal dalam beberapa tahun ke depan.
Saat ini, kontribusi ekonomi halal masih didominasi oleh sebagian kecil pelaku usaha yang telah tersertifikasi. Karena itu, upaya mempercepat dan memperluas implementasi halal harus terus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Menurutnya, pengembangan ekosistem halal tidak hanya terbatas pada makanan dan minuman, tetapi juga mencakup berbagai sektor strategis lainnya, seperti produk fesyen muslim, alas kaki, kosmetik, obat-obatan, produk perawatan kulit (skincare), suplemen kesehatan, jasa penyembelihan halal, logistik halal, pariwisata ramah muslim, perhotelan, hingga sektor keuangan syariah.
“Seluruh pemangku kepentingan kini telah memasuki fase implementasi Wajib Halal Oktober (WHO) 2026. Karena itu, sinergi seluruh pihak menjadi sangat penting agar Indonesia mampu membangun ekosistem halal yang kuat, terpercaya, dan berdaya saing global,” katanya.
Ia menambahkan, sektor keuangan syariah yang meliputi perbankan, investasi, dan asuransi syariah juga merupakan bagian penting dalam memperkuat ekosistem halal nasional. Seluruh proses tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan, baik secara syariat maupun administrasi sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Amirsyah optimistis, dengan penguatan budaya organisasi, peningkatan kualitas layanan, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, LPPOM akan semakin berperan strategis dalam mempercepat pertumbuhan industri halal Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.


