33.1 C
Jakarta

Semangat Kartini, Kemendikdasmen Libatkan Pelajar Bahas Pendidikan

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menggandeng Poros Pelajar dalam diskusi publik memperingati Hari Kartini, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pendidikan dan pembangunan bangsa. Kegiatan bertajuk Perempuan dan Pendidikan ini digelar di Tangerang Selatan dan melibatkan perwakilan organisasi pelajar dari seluruh Indonesia.

Kepala Biro Umum Kemendikdasmen, Herdiana, menekankan bahwa Kartini bukan sekadar simbol tahunan, melainkan energi gerakan perempuan yang terus relevan hingga saat ini. Menurutnya, isu pendidikan, keadilan, dan kesempatan yang diperjuangkan R.A. Kartini masih menjadi tantangan yang harus dijawab bersama.

“Selama kita masih membicarakan pendidikan, keadilan, dan kesempatan, maka semangat Kartini tetap hidup,” ujarnya saat membuka diskusi.

Dalam paparannya, Herdiana menyoroti tiga peran strategis perempuan dalam pendidikan, yakni sebagai pendidik karakter, pilar generasi masa depan, dan fondasi utama pendidikan sejak dini. Peran tersebut dinilai krusial dalam membentuk kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kemitraan Direktorat Pendidikan Non Formal dan Informal, Desi Elvera Dewi, mengungkapkan bahwa partisipasi perempuan dalam pendidikan terus meningkat. Namun, ia mengingatkan masih adanya kesenjangan dalam partisipasi perempuan di sektor kerja dan sosial-ekonomi.

Diskusi ini juga menghadirkan perspektif generasi muda melalui perwakilan Poros Pelajar, seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama. Mereka menyuarakan pentingnya akses pendidikan yang merata serta dorongan bagi pelajar, khususnya perempuan, untuk lebih aktif mengembangkan potensi diri.

Ketua Umum PP IPM, Dany Rahmat Muharram, menegaskan bahwa pelajar kini harus menjadi subjek dalam menciptakan pendidikan berkualitas. Senada, perwakilan IPNU, Muhammad Ghulam Dhofir, mendorong pelajar untuk mengenali minat dan mengembangkan diri melalui komunitas serta literasi.

Adapun dari IPPNU, disampaikan tiga refleksi utama yang terinspirasi dari semangat Kartini, yakni agensi intelektual, percakapan kolektif, dan refleksi kritis. Ketiganya dinilai penting untuk mendorong pelajar perempuan berani menembus dominasi laki-laki di ruang publik.

Melalui forum ini, Kemendikdasmen bersama Poros Pelajar berharap semangat Kartini tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi gerakan nyata dalam memperkuat kesetaraan dan kualitas pendidikan di Indonesia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!