28.7 C
Jakarta

Sistem ‘Amarta’, Inovasi Dosen UAD Bantu Deteksi Kerusakan Jalan

Baca Juga:

AmbulanMu Buleleng Meramaikan Jambore Nasional I Ambulan Muhammadiyah di Jepara.

Suasana tampak ramai dan berbeda di markas atau sekretariat MDMC PDM Buleleng pada siang di hari jumat 3/12/2021. Upacara Pelepasan sedang dilakukan...

Pasca Erupsi Semeru, 22 Warga Masih Belum Ditemukan

LUMAJANG, MENARA62.COM - Sebanyak 22 warga masih belum ditemukan pasca erupsi Gunung Semeru, di Lumajang Jawa Timur pada Sabtu (4/12). Upaya pencarian masih terus...

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-71)

# Sayang, Khawatir atau Keduanya Mendung menggantung akut di langit. Diprediksi hujan akan deras. Membasahi bumi. Benar juga. Sore itu habis Ashar, air bagai dimuntahkan...

PPKM Level 3 Selama Nataru Dibatalkan, Sleman Lakukan Penyesuaian

SLEMAN, MENARA62.COM - Rencana pemberlakuan PPKM Level 3 di semua wilayah Indonesia pada momen natal dan tahun baru (Nataru) batal diterapkan. Pembatalan kebijakan level...

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Sistem Demage Road Detector ‘Amarta’ karya Phisca Aditya Rosyady, SSi, MSc, dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dapat mendeteksi dan menganalisa kerusakan jalan di Kota Yogyakarta. Phisca Aditya Rosyady, dinobatkan sebagai juara II Pemuda Pelopor Bidang Inovasi Teknologi Kota Yogyakarta tahun 2021.

Dijelaskan Phisca Aditya Rosyady, sistem ini berbasis citra digital dan Global Positioning System (GPS). Ia mengharapkan inovasi ini dapat membantu pekerjaan Dinas Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta dalam memantau kerusakan jalan dan analisanya.

“Saya dan mahasiswa program studi Teknik Elektro membuat sistem analisator kerusakan jalan rusak berupa lubang jalan. Kami beri nama Amarto. Riset ini dikembangkan sejak tahun 2020 dan lolos skema penelitian tematik Bappeda Pemerintah Kota Yogyakarta,” kata Phisca Aditya Rosyady di Yogyakarta, Jumat (20/8/2021).

Lebih lanjut Phisca Aditya Rosyady mengatakan timnya juga bekerja sama dengan Dinas Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta untuk melakukan uji kelayakan. Saat ini sistem Amarta masih dalam tahap penyempurnaan.

Phisca Aditya menjelaskan kelebihan sistem ini akan membantu Dinas Bina Marga Kota Yogyakarta untuk mendeteksi dan menganalisis kerusakan jalan berupa lubang secara otomatis, dengan berbasis sensor, GPS, dan pengolahan citra. Analisis lubang jalan dengan sistem tersebut direncanakan akan ditempelkan pada kendaraan.

“Jika kendaraan melintasi jalan berlubang maka sistem akan mendeteksi dan mengambil data sekitar satu sampai tiga detik. Kami sudah bisa mengetahui koordinat GPS lokasi lubangnya, kemudian yang kedua besarnya lubang, area luasnya dan kedalaman lubang,” jelas Phisca Aditya Rosyady.

Selain itu, kata Aditya, sistem ini juga akan memberi informasi beban perbaikannya, seperti berapa material aspal dan bahan-bahan perbaikan yang diperlukan. Sistem ini akan mengarsipkan history kerusakan jalan tersebut, sehingga dinas akan memiliki data rekap informasi kerusakan jalan lengkap dengan tanggal pengambilan datanya.

Ia menambahkan, alat ini dibuat untuk memudahkan deteksi dan analisis kerusakan jalan berupa lubang jalan lebih efektif, efisien dan terdokumentasi dengan baik. Sehingga proses perbaikan jalan juga akan berjalan dengan cepat.

“Pembuatan alat ini dilatarbelakangi dari deteksi dan analisis kerusakan jalan raya yang masih manual. Deteksi manual harus ada laporan dari masyarakat, kemudian petugas datang memfoto. Kemudian tingkat kedetaialnnya juga tidak lengkap, seperti data riil kedalaman lubang dan luas lubang. Kemudian juga tidak ada history data kerusakan jalannya. Jika analisis kerusakan jalan menggunakan alat ini akan lebih mudah dan efisien maka perbaikan jalan bisa berjalan lebih cepat,” katanya bangga.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

AmbulanMu Buleleng Meramaikan Jambore Nasional I Ambulan Muhammadiyah di Jepara.

Suasana tampak ramai dan berbeda di markas atau sekretariat MDMC PDM Buleleng pada siang di hari jumat 3/12/2021. Upacara Pelepasan sedang dilakukan...

Pasca Erupsi Semeru, 22 Warga Masih Belum Ditemukan

LUMAJANG, MENARA62.COM - Sebanyak 22 warga masih belum ditemukan pasca erupsi Gunung Semeru, di Lumajang Jawa Timur pada Sabtu (4/12). Upaya pencarian masih terus...

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-71)

# Sayang, Khawatir atau Keduanya Mendung menggantung akut di langit. Diprediksi hujan akan deras. Membasahi bumi. Benar juga. Sore itu habis Ashar, air bagai dimuntahkan...

PPKM Level 3 Selama Nataru Dibatalkan, Sleman Lakukan Penyesuaian

SLEMAN, MENARA62.COM - Rencana pemberlakuan PPKM Level 3 di semua wilayah Indonesia pada momen natal dan tahun baru (Nataru) batal diterapkan. Pembatalan kebijakan level...

Dukung Pemulihan Pariwisata Nasional, GATF Hybrid 2021 Kembali Digelar Hadirkan Diskon Tiket Hingga 80%

JAKARTA, MENARA62.COM - Dengan dukungan penuh oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), maskapai nasional, Garuda Indonesia, kembali menggelar Garuda Indonesia Travel Fair...