26.6 C
Jakarta

SUMU Perkuat Industrialisasi UMKM Muhammadiyah

Baca Juga:

TULUNGAGUNG, MENARA62.COM – Lembaga Pengembangan UMKM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LP UMKM PWM) Jawa Timur bersama Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) memperkuat agenda industrialisasi ekonomi umat melalui penyelenggaraan Business Gathering UMKM Jawa Timur 2026. Kegiatan yang digelar di Hall Masjid Al-Fattah, Tulungagung, Sabtu (18/7/2026), menjadi forum konsolidasi pelaku usaha Muhammadiyah, UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi.

 

Ratusan pelaku UMKM dan pengusaha Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti kegiatan yang menghadirkan beragam agenda penguatan kapasitas usaha, mulai dari Success Story UMKM, Business Matching, Product Showcase, pembahasan peluang bisnis, strategi Omnichannel dan blockchain untuk UMKM, Business Plan Coaching, hingga forum Business to Business (B2B).

 

Sekretaris Jenderal Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) sekaligus Wakil Ketua LP UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ghufron Mustaqim, S.I.P., M.P.A., menegaskan bahwa industrialisasi Muhammadiyah tidak cukup hanya dengan menambah jumlah pelaku usaha.

 

Menurutnya, yang lebih penting adalah membangun ekosistem bisnis yang saling terhubung, terintegrasi, dan mampu menciptakan nilai tambah di setiap mata rantai usaha.

 

“Yang jauh lebih penting adalah membangun ekosistem bisnis yang saling terhubung, terintegrasi, dan mampu menciptakan nilai tambah di setiap mata rantai usaha,” ujarnya.

 

Ghufron menjelaskan, Muhammadiyah memiliki modal besar berupa jaringan organisasi, amal usaha, sumber daya manusia, serta modal sosial yang harus dikonsolidasikan menjadi kekuatan ekonomi yang terorganisasi.

 

Ia menilai industrialisasi Muhammadiyah harus dimulai dari penguatan rantai pasok (supply chain) internal. Produk dan jasa yang dihasilkan warga Muhammadiyah perlu saling menggunakan, saling memasok, serta memperluas akses pasar sehingga pertumbuhan usaha tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan berkembang melalui kolaborasi dalam satu ekosistem.

 

Menurutnya, SUMU dibentuk sebagai wadah yang menghubungkan pengusaha Muhammadiyah lintas sektor, wilayah, dan skala usaha. Organisasi tersebut tidak hanya menjadi forum silaturahmi, tetapi juga platform kolaborasi yang mempertemukan kebutuhan pasar, kapasitas produksi, akses pembiayaan, investasi, distribusi, hingga transformasi digital.

 

Ghufron juga mengingatkan pelaku UMKM agar mulai mengubah pola pikir dalam menjalankan usaha.

 

“Pelaku usaha tidak cukup hanya berorientasi pada penjualan produk, tetapi harus membangun bisnis dengan tata kelola yang baik, memanfaatkan teknologi digital, meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, serta membangun kemitraan strategis agar mampu naik kelas menjadi bagian dari industri nasional bahkan global,” katanya.

 

Ia menambahkan, agenda industrialisasi Muhammadiyah bertumpu pada sejumlah pilar utama, yakni penguatan jejaring bisnis antaranggota, pembangunan rantai pasok yang terintegrasi, digitalisasi proses bisnis, pemanfaatan teknologi seperti blockchain untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi, serta penciptaan pasar bersama melalui kolaborasi antarpengusaha Muhammadiyah.

 

“Industrialisasi bukan sekadar membangun pabrik. Industrialisasi adalah membangun ekosistem yang membuat setiap pelaku usaha tumbuh bersama. Ketika pengusaha Muhammadiyah saling terhubung dalam rantai nilai, akan lahir kekuatan ekonomi yang memberikan dampak luas bagi umat dan bangsa,” tegasnya.

 

Business Gathering UMKM Jawa Timur 2026 menjadi momentum bagi SUMU untuk mengajak para pengusaha Muhammadiyah meninggalkan pola usaha yang berjalan sendiri-sendiri menuju model bisnis yang kolaboratif dan terintegrasi.

 

Melalui sinergi antaranggota, Muhammadiyah optimistis mampu memperkuat daya saing UMKM, memperluas kontribusi ekonomi umat, serta membangun ekosistem industri yang produktif, inklusif, dan berdaya saing global sebagai bagian dari dakwah Islam Berkemajuan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!