26.6 C
Jakarta

Sekjen MUI: Lamine Yamal Bukti Muslim Mampu Berprestasi di Panggung Dunia

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Dr. Amirsyah Tambunan, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada bintang muda sepak bola dunia Lamine Yamal atas berbagai prestasi gemilang yang terus diraihnya bersama Tim Nasional Spanyol dan FC Barcelona.

Menurut Buya Amirsyah, keberhasilan Lamine Yamal menjadi inspirasi bagi generasi muda Muslim di berbagai belahan dunia. Di usianya yang masih sangat muda, Yamal tidak hanya menunjukkan kualitas sebagai pesepak bola berbakat, tetapi juga dikenal tetap menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Majelis Ulama Indonesia, saya mengucapkan selamat kepada Lamine Yamal atas berbagai prestasi yang telah diraih. Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kesehatan, keberkahan, serta membimbingnya agar terus menjadi pribadi yang berprestasi sekaligus berakhlak mulia,” ujar Buya Amirsyah di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Buya Amirsyah menegaskan, sosok Lamine Yamal membuktikan bahwa seorang Muslim mampu meraih prestasi tertinggi di panggung dunia tanpa harus meninggalkan identitas serta nilai-nilai agamanya. Menurutnya, kesuksesan sejati dibangun di atas fondasi keimanan, akhlak, disiplin, kerja keras, dan profesionalisme.

“Lamine Yamal menunjukkan bahwa identitas sebagai seorang Muslim bukanlah penghalang untuk menjadi atlet kelas dunia. Justru nilai-nilai Islam dapat menjadi kekuatan moral yang mendorong lahirnya prestasi dan karakter yang unggul,” katanya.

Lamine Yamal diketahui lahir dan dibesarkan ari keluarga Muslim. keluarganya, termasuk sang nenek yang berasal dari Maroko, lalu Ayahnya berasal dari Maroko, negara yang memiliki sejarah panjang peradaban Islam, sementara ibunya berasal dari Guinea Khatulistiwa. Sejak kecil, ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang menanamkan nilai-nilai keislaman.

Dalam berbagai kesempatan, Yamal juga memperlihatkan komitmennya terhadap ajaran Islam, antara lain dengan membiasakan diri berdoa sebelum bertanding, menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan, serta melakukan sujud syukur setelah mencetak gol.

Selain mengapresiasi keteguhan beragamanya, Buya Amirsyah juga menilai kemampuan teknis Lamine Yamal sebagai salah satu yang terbaik di generasinya.

“Keunggulan Lamine Yamal terlihat dari visi bermain yang matang, kontrol bola yang sangat baik, akselerasi yang cepat, kemampuan memberikan umpan secara akurat, serta kecerdasannya dalam mengambil keputusan di lapangan. Semua itu menunjukkan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk menjadi pemain kelas dunia apabila disertai disiplin, kerja keras, dan karakter yang kuat,” jelasnya.

Buya Amirsyah berharap semakin banyak generasi muda Muslim yang menjadikan Lamine Yamal sebagai inspirasi, bukan hanya karena prestasi olahraganya, tetapi juga karena konsistensinya menjaga nilai-nilai Islam di tengah popularitas dan ketenarannya sebagai pesepak bola dunia.

“Prestasi merupakan kebanggaan, tetapi iman dan akhlak adalah bekal yang akan menjaga seseorang tetap mulia. Ketika seseorang telah mencapai puncak kesuksesan, ia harus tetap rendah hati, tidak sombong, dan terus bersyukur kepada Allah SWT. Semoga Lamine Yamal senantiasa diberikan kekuatan, keistiqamahan, dan keberkahan untuk terus menjadi teladan bagi generasi muda dunia, khususnya umat Islam,” pungkasnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!