32.6 C
Jakarta

Tim DKI Jakarta Juara Umum FLS2N 2019 tingkat SD dan SMP

Baca Juga:

Jadikanlah ajang (FLS2N) untuk menggali potensi, bakat, dan kreativitas untuk meraih prestasi — Muhadjir effendy

TANGERANG, MENARA62.COM – DKI Jakarta meraih juara umum Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2019 tingkat sekolah dasar menengah pertama. Pada ajang yang berlangsung di Tangerang, Banten tersebut, tim DKI Jakarta berhasil merebut delapan medali emas.

Sementara itu, posisi kedua diraih Provinsi Bali dengan perolehan tujuh medali emas, dan Riau di posisi ketiga dengan memboyong lima medali emas.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, memberikan apresiasi terhadap hasil karya peserta lomba yang penuh kreativitas.

“Saya kagum dengan hasil karya anak-anak kita, contohnya, saya lihat tadi di desain grafis, hasil karyanya sudah di atas rata-rata ukuran anak SMP, kreatif semua,” ujar Mendikbud saat menutup FLS2N jenjang pendidikan SD dan SMP, di Tangerang, Jumat (20/9/2019).

FLS2N merupakan perhelatan tahunan yang menampilkan kompetensi siswa di bidang seni pertunjukkan dan seni penciptaan. Peserta berasal dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Pendidikan Khusus.

FLS2N 2019 diselenggarakan di dua lokasi, yakni, Provinsi Lampung untuk perlombaan jenjang SMA, SMK, dan Pendidikan Khusus, dan Kota Tangerang untuk perlombaan jenjang SD dan SMP.

Pendidikan karakter

Sebagai kompetisi di bidang seni, kata Mendikbud, FLS2N dapat mendorong penguatan pendidikan karakter bagi perkembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Penguatan ini meliputi tiga sumber karakter, yaitu logika, estetika, dan etika.

“Saya berharap dengan ajang ini bisa memberikan sumbangan berarti bagi penguatan pendidikan karakter kita, anak yang pintar dan cerdas, punya kemampuan cukup dan hebat sangat penting, tetapi semua tidak ada artinya kalau tidak ada karakter yang baik. Yang harus ditekankan adalah pendidikan karakternya baik logika, etika dan estetika,” terang Mendikbud.

Mendikbud berharap para siswa terus menggali kreativitas yang dimiliki dengan mengikuti kegiatan kompetisi berbasis seni.

“Jadikanlah ajang (FLS2N) untuk menggali potensi, bakat, dan kreativitas untuk meraih prestasi,” ujar Mendikbud.

Pengembangan kreativitas, kata Mendikbud, penting untuk dapat menghadapi persaingan di masa depan, dalam era Revolusi Industri 4.0.

“Nanti akan banyak produksi repetitif digantikan oleh robot atau artificial intelegent. Untuk itu, pertahankan kreativitas, karena yang tidak bisa digantikan adalah kreativitas yang dihasilkan oleh manusia, sebagai daya cipta,” jelas Menteri Muhadjir.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Ditjen Dikdasmen Kemendikbud,Dr Khamim, mengatakan, penyelenggaraan FLS2N menjadi ajang ekspresi bagi kecintaan siswa akan kesenian dan kebudayaan bangsa Indonesia.

“FLS2N ini dapat menjadi ajang berkreasi, berkarya, dan berprestasi, serta dapat dijadikan ajang ekspresi kecintaan terhadap budaya bangsa dan pengembangan pendidikan karakter,” ujar Khamim.

Menurut Khamim kecintaan terhadap seni akan membentuk anak menjadi karakter unggul di masa depan.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!