26 C
Jakarta

Turunkan Angka Kematian Ibu Melahirkan Melalui Program Emas USAID

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM– Dinilai berhasil meningkatkan akses ibu melahirkan ke fasilitas layanan kesehatan, USAID akan memperluas jangkauan Program Emas (Expanding Maternal and Neonatal Survival). Program yang diluncurkan sejak 5 tahun lalu di enam propinsi dan 30 kabupaten/kota tersebut kini menjadi harapan bagi upaya menurunkan kasus kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir di Indonesia.

“Angka kematian ibu melahirkan di Indonesia masih mencatat rata-rata 8.800 dan bayi baru lahir rata-rata 66.000 per tahun. Ini angka yang sangat tinggi,” papar Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan Eni Gustina, Jumat (10/03/2017).

Padahal dari hasil analisis, penyebab kematian tersebut 70 hingga 75 persen bisa dihindari. Salah satunya adalah dengan ketersediaan akses layanan kesehatan yang memenuhi standar.

Karena itu, Eni mengapresiasi dukungan USAID melalui program Emas. Program ini menggandeng LKBK, Muhammadiyah, Save the Children, Jhpiego, Budi Kemuliaan dan RTI sebagai mitra kerja.

Beberapa pendekatan yang dilakukan antara lain meningkatkan kualitas pelayanan klinis dan tata kelola klinis, meningkatkan sistem rujukan untuk memastikan pelayanan yang tepat waktu dan berkualitas dalam keadaan gawat darurat, menggunakan teknologi informasi yang inovatif untuk memaksimalkan dampak serta membangun lingkungan yang mendukung dalam memberikan kualitas perawatan ibu dan bayi baru lahir.

Eni mengatakan hasil Program Emas secara angka memang belum bisa diperoleh dalam waku singkat. Tetapi dengan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap ibu hamil dan melahirkan serta perbaikan standar pelayanan kesehatan, diyakini angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir bisa diturunkan.

Program Emas itu sendiri dikatakan Advisor Neonatus Program Emas Pancho Kaslam telah menjangkau sekitar 150 rumah sakit dan 300 puskesmas di wilayah program di propinsi Jawa Tengah, Jawa timur, Sulawesi Selatan, Jawa barat, Banten, dan Sumatera Utara. Banyak perubahan terjadi pada rumah sakit dan puskesmas tersebut dalam kaitannya standar pelayanan terhadap ibu melahirkan.

Ke depan Program Emas ini akan diperluas ke wilayah lain untuk menjangkau lebih banyak layanan kesehatan sehingga kasus kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir bisa diturunkan secara signifikan. Targetnya dengan Program Emas, angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir di Indonesia bisa diturunkan hingga 25 persen.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!