27.8 C
Jakarta

UMS Bekali PMI Korea Selatan Kelola Keuangan dan Kesehatan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperluas pengabdian kepada masyarakat hingga komunitas Indonesia di luar negeri. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI), UMS bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI) Korea Selatan memberikan literasi keuangan dan kesehatan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI).

 

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Falah, Korea Selatan, tersebut diikuti PMI yang bekerja di berbagai wilayah Korea Selatan. Tim PkM-KI UMS dalam kegiatan ini diketuai Wahyu Utami.

 

Program tersebut dirancang untuk memberikan bekal kepada PMI dalam mengelola penghasilan, menjaga kesehatan, sekaligus mempersiapkan kehidupan setelah menyelesaikan masa kerja di Korea Selatan.

 

Ketua tim PkM-KI UMS Wahyu Utami mengatakan, PMI tidak hanya dituntut produktif selama bekerja di luar negeri, tetapi juga perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan dan menjaga kesehatan.

 

“Berada jauh dari keluarga dan tanah air, PMI tidak hanya dituntut untuk bekerja secara produktif, tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan dan menjaga kondisi kesehatan. Oleh karena itu, literasi keuangan dan kesehatan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kehidupan setelah purna tugas,” kata Wahyu, Jumat (4/9/2026).

 

Tiga Fondasi Masa Depan Finansial

 

Dalam sesi literasi keuangan, Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D., mengajak PMI membangun perencanaan finansial sejak masih bekerja di Korea Selatan.

 

Ia memperkenalkan tiga fondasi utama, yakni disiplin menyusun anggaran, otomatisasi dalam menabung dan berinvestasi, serta proteksi untuk mengantisipasi berbagai risiko.

 

Menurut Andy, ketiga aspek tersebut perlu dijalankan secara konsisten. Persiapan finansial juga harus diarahkan untuk menghadapi masa purna tugas sehingga PMI tidak kesulitan ketika kembali ke Indonesia.

 

“Kunci perencanaan masa depan finansial adalah disiplin anggaran, otomatisasi, dan proteksi. Ketiganya harus dijalankan secara konsisten dan disertai persiapan purna tugas, agar saat kembali ke Indonesia kita tidak memulai semuanya dari nol,” ujarnya.

 

Materi tersebut kemudian berkembang menjadi diskusi interaktif. Salah satu peserta, Puspo, mengungkapkan ketertarikannya untuk mulai berinvestasi di pasar saham.

 

Namun, ia masih memiliki kekhawatiran terhadap fluktuasi ekonomi yang dapat memengaruhi nilai investasi.

 

Menanggapi hal tersebut, Andy mendorong calon investor pemula memahami terlebih dahulu tujuan dan strategi investasi yang dipilih. Salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan adalah investasi dengan memperhatikan potensi dividen.

 

“Investasi yang tepat untuk pemula adalah berfokus pada dividen. Pilihlah saham perusahaan yang secara konsisten membagikan dividen, sehingga kita tetap memperoleh imbal hasil meskipun harga saham berfluktuasi,” jelasnya.

 

Selain saham, Andy juga memberikan gambaran mengenai peluang investasi aset, termasuk tanah di sejumlah kawasan sekitar Jakarta dan Jawa Barat.

 

Pilihan investasi aset tersebut dinilai relevan bagi peserta yang berasal dari wilayah tersebut. Bagi PMI, investasi aset dapat menjadi salah satu alternatif untuk mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke Indonesia, baik untuk kebutuhan tempat tinggal maupun membangun kemandirian ekonomi.

 

Tak Hanya Soal Uang

 

Program PkM-KI UMS tidak berhenti pada literasi finansial. Aspek kesehatan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

 

Pada sesi penutup, Heppy memandu pemeriksaan kesehatan bagi seluruh peserta. Pemeriksaan yang digelar Sabtu (29/8/2026) tersebut menjadi pengingat bahwa kesejahteraan PMI tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengelola penghasilan.

 

Kondisi kesehatan juga perlu dijaga agar PMI dapat menjalani aktivitas dan pekerjaan selama berada di perantauan.

 

Pengurus IKMI Korea Selatan, Rizal, mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan tim PkM-KI UMS. Menurut dia, materi yang diberikan memberikan wawasan baru sekaligus menjadi bekal bagi PMI dalam merencanakan kehidupan ke depan.

 

“Semoga ilmu yang didapat hari ini dapat kami praktikkan, baik selama bekerja di Korea maupun saat kembali ke Indonesia,” ungkap Rizal.

 

UMS berharap kolaborasi dengan IKMI Korea Selatan dapat terus berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperluas dukungan bagi PMI, tidak hanya dalam aspek keuangan dan kesehatan, tetapi juga dalam mempersiapkan kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke Indonesia.

 

Melalui program tersebut, UMS juga menegaskan komitmennya memperluas jangkauan pengabdian kepada masyarakat hingga tingkat internasional, termasuk mendampingi warga Indonesia yang bekerja dan tinggal di luar negeri. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!