JAKARTA, MENARA62.COM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat pembinaan talenta berprestasi agar tidak berhenti di level nasional. Pada 2026, sebanyak 420 juara ajang nasional dibina untuk dipersiapkan mengikuti berbagai kompetisi internasional.
Pembinaan dilakukan melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) bersama sejumlah mitra. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan prestasi murid dapat berkembang menjadi peluang lebih luas, termasuk melanjutkan pendidikan dan mewakili Indonesia di tingkat internasional.
Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, menegaskan prestasi nasional bukanlah akhir dari proses pembinaan.
“Prestasi di tingkat nasional bukanlah akhir dari proses pembinaan. Kami terus mendampingi para talenta berprestasi agar dapat berkembang dan memiliki kesempatan lebih luas lagi,” ujar Irene dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).
79 Murid Wakili Indonesia di Ajang Internasional
Dari ratusan talenta yang mendapatkan pembinaan, sebanyak 79 murid menjadi delegasi Indonesia dalam berbagai ajang internasional sepanjang 2026.
Hingga September 2026, para delegasi yang telah berkompetisi berhasil meraih 47 penghargaan internasional, yang terdiri atas tujuh medali emas, 17 medali perak, 23 medali perunggu, serta lima honorable mention.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pembinaan talenta tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan prestasi di dalam negeri, tetapi juga mempersiapkan murid agar mampu bersaing di tingkat global.
Medalis OSN Berpeluang Dapat Beasiswa
Dukungan bagi talenta berprestasi juga diperluas melalui akses pendidikan. Kemendikdasmen melalui Puspresnas berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyediakan Beasiswa Talenta Indonesia untuk jenjang S1/D4, baik di dalam maupun luar negeri.
Pada 2026, sebanyak 174 calon penerima beasiswa telah diumumkan. Mereka terdiri atas 171 penerima beasiswa dalam negeri dan tiga penerima beasiswa luar negeri.
Sebagian penerima berasal dari para pemenang ajang atau kompetisi yang difasilitasi Puspresnas, termasuk Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Salah satu penerima manfaat pembinaan adalah Dazle David Toalu, siswa SMP Kristen IPEKA BSD, Provinsi Banten. Dazle merupakan peraih medali perak OSN Tingkat Nasional 2026 bidang Matematika jenjang pendidikan dasar.
Bagi Dazle, prestasi tersebut bukan sekadar persoalan mendapatkan medali. Pengalaman mengikuti OSN menjadi dorongan untuk terus belajar, berproses, dan mengembangkan kemampuan.
“Jadi peraih medali OSN merupakan penghargaan yang sangat besar dan perasaan saya sangat bangga sekali. Hasil OSN bukan hanya tentang medali, tetapi belajar untuk tidak mudah menyerah, selalu mencoba, dan ingat kembali semakin banyak peluang sebagai medalis OSN di masa depan,” ujar Dazle.
Ibunya, Gaby, melihat prestasi tersebut sebagai pintu menuju peluang yang lebih besar bagi putranya.
“Prestasinya akan membuka peluang yang lebih besar di masa depan. Saya percaya lewat prestasinya di OSN, Dazle mendapatkan kesempatan meraih beasiswa hingga mengikuti ajang internasional mewakili Indonesia. Merupakan peluang yang sangat besar bagi medalis OSN,” tutur Gaby.
Prestasi Bukan Sekadar Medali
Irene menegaskan, pembinaan talenta tidak semestinya hanya berorientasi pada perolehan medali. Proses mengikuti kompetisi juga menjadi ruang bagi murid untuk membangun karakter dan mengembangkan berbagai kemampuan.
“OSN bukan semata-mata tentang medali atau menjadi juara. Proses mengikuti kompetisi menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan, membangun karakter, sportivitas, daya juang, dan mental sebagai generasi unggul Indonesia,” tutur Irene.
Kemendikdasmen berkomitmen memastikan setiap murid memperoleh kesempatan mengembangkan potensi dan meraih prestasi melalui proses yang adil, transparan, dan berintegritas.
Pembinaan talenta diarahkan agar prestasi yang diraih pada hari ini dapat membuka akses pengembangan diri dan pendidikan pada jenjang berikutnya.
“Kami mengapresiasi perhatian dan masukan yang disampaikan masyarakat. Partisipasi publik merupakan bagian penting dalam upaya bersama untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan ajang talenta yang berpihak pada murid, sejalan dengan semangat Pendidikan Bermutu untuk Semua,” pungkas Irene. (*)
