SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperkuat komitmen kaderisasi Muhammadiyah melalui pembinaan 33 mahasiswa penerima Beasiswa BKAD Tahun 2026. Program ini menegaskan bahwa beasiswa bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan amanah untuk menyiapkan generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi Persyarikatan.
Pembinaan tersebut diselenggarakan Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) UMS melalui kegiatan Silaturahmi dan Pembinaan Penerima Beasiswa BKAD Tahun 2026 di Ruang Sidang Badan Pembina Harian (BPH) UMS, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memahami peran dan tanggung jawab sebagai penerima beasiswa sekaligus kader Muhammadiyah. Mereka didorong tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memperkuat integritas, kepemimpinan, dan komitmen terhadap Persyarikatan.
Ketua LP3A UMS, Dr. Bambang Sukoco, M.H., menegaskan bahwa kesempatan memperoleh beasiswa harus dimaknai sebagai nikmat sekaligus amanah yang perlu diwujudkan melalui kesungguhan belajar dan kontribusi nyata.
“Menjadi penerima beasiswa merupakan nikmat sekaligus amanah yang perlu kita syukuri. Syukur bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan melalui kesungguhan dalam belajar, menjaga amanah, meningkatkan kualitas diri, dan memberikan manfaat kepada orang lain,” ungkapnya, Rabu (14/10/2026).
Ia menambahkan, sebagai kader Muhammadiyah, mahasiswa perlu menunjukkan rasa syukur dengan terus berkembang, menjalani proses pembinaan, dan mengambil peran nyata dalam Persyarikatan.
Menurut Bambang, beasiswa kader tidak semestinya dipandang hanya sebagai dukungan finansial untuk menyelesaikan pendidikan. Program tersebut merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah menyiapkan generasi penerus yang memiliki kapasitas keilmuan, karakter kuat, dan komitmen pengabdian.
Penerima Beasiswa Diminta Tetap Terhubung dengan Muhammadiyah
Sementara itu, Kepala Bidang Kaderisasi, Pembinaan Organisasi Otonom (Ortom), dan Beasiswa Kader LP3A UMS, Muhammad Ujianto, M.T., menekankan pentingnya menjaga komunikasi antara mahasiswa penerima beasiswa dan pimpinan Muhammadiyah di daerah asal masing-masing.
Ia berharap mahasiswa secara rutin memperbarui surat rekomendasi dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) atau Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM). Langkah tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan administrasi, tetapi juga menjadi sarana menjaga keterikatan mahasiswa dengan Persyarikatan.
“Kami berharap para penerima Beasiswa Kader secara rutin memperbarui surat rekomendasi dari PDM atau PCM asal masing-masing. Hal ini bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dan komitmen mahasiswa dengan Persyarikatan,” jelasnya.
Ujianto berharap mahasiswa tetap memiliki kedekatan dengan Muhammadiyah selama menempuh pendidikan di UMS. Setelah menyelesaikan studi, mereka diharapkan kembali mengambil peran dan memberikan kontribusi nyata bagi organisasi di daerah masing-masing maupun di lingkungan Persyarikatan yang lebih luas.
Keberlanjutan komunikasi dengan PDM dan PCM menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi. Dengan demikian, pendidikan tinggi yang ditempuh mahasiswa dapat berjalan beriringan dengan penguatan ideologi, karakter, dan komitmen pengabdian kepada Muhammadiyah.
Beasiswa sebagai Amanah untuk Mengabdi
Melalui pembinaan ini, LP3A UMS mendorong para penerima Beasiswa BKAD 2026 memanfaatkan kesempatan pendidikan secara optimal. Mahasiswa diharapkan aktif mengembangkan kapasitas diri, meningkatkan prestasi, mengasah kepemimpinan, serta memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Mereka juga didorong terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan diri dan aktivitas Persyarikatan, sekaligus menjaga nama baik UMS dan Muhammadiyah.
Status sebagai penerima beasiswa diharapkan menjadi motivasi untuk terus bertumbuh, baik secara akademik maupun organisatoris. Dengan bekal tersebut, mahasiswa dapat mempersiapkan diri untuk berperan dalam kehidupan bermasyarakat, berorganisasi, dan menjalankan dakwah serta pengabdian kepada umat.
Silaturahmi dan pembinaan ini menjadi langkah awal membangun komunikasi dan kebersamaan antara LP3A UMS dan 33 mahasiswa penerima Beasiswa BKAD Tahun 2026. Ke depan, pembinaan berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan generasi muda Muhammadiyah yang berilmu, berkarakter, berkemajuan, serta memiliki komitmen kuat terhadap Persyarikatan.
Melalui sinergi pendidikan dan kaderisasi, UMS berharap para penerima Beasiswa BKAD tidak hanya berhasil menyelesaikan studi, tetapi juga tumbuh menjadi kader yang siap berkhidmat, menggerakkan dakwah, dan mengambil peran strategis bagi Muhammadiyah pada masa mendatang. (*)
