30.4 C
Jakarta

Lazismu Jatim Kirim Bantuan Rp175 Juta ke Flores

Baca Juga:

SURABAYA, MENARA62.COM – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Jawa Timur mengirim bantuan logistik senilai Rp175 juta untuk membantu penyintas gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Bantuan tersebut dikirim melalui jalur laut dari Surabaya, Kamis (20/8/2026), sekaligus untuk mendukung aksi kemanusiaan Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur di wilayah terdampak bencana.

 

Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan LAZISMU Jatim, Aditio Yudono, mengatakan bantuan dikirim menggunakan Kapal TNI Angkatan Laut (KRI) Teluk Parigi 539. Sebagian relawan MDMC Jatim juga diberangkatkan menggunakan kapal Dharma Lautan.

 

“Untuk membantu warga terdampak gempa dan mendukung aksi kemanusiaan Muhammadiyah Jatim di Flores, LAZISMU Jatim mengirimkan bantuan logistik senilai Rp175 juta,” kata Aditio saat melepas bantuan di Dermaga Armatim TNI AL, Ujung, Surabaya.

 

Bantuan yang dikirim terdiri atas 350 boks family kit, 1.440 paket RendangMu produk kurban kemasan LAZISMU Jatim, 60 dus air minum dalam kemasan, 500 meter terpal, genset, penguat sinyal internet, serta 100 pakaian anak dan sejumlah kebutuhan lainnya.

 

Dukung Posko Kemanusiaan Muhammadiyah

 

Aditio menjelaskan pengiriman logistik tersebut merupakan bagian dari respons kemanusiaan Muhammadiyah terhadap bencana di Flores.

 

Merespons instruksi Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan arahan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) PWM Jatim telah mengirimkan 14 relawan dengan berbagai keahlian.

 

Para relawan tersebut membentuk Pos Koordinasi (Poskor) bantuan bagi penyintas gempa yang berlokasi di Kota Ende, NTT.

 

LAZISMU berkewajiban untuk mendukung pergerakan relawan dengan dukungan dana operasional dan sejumlah bantuan logistik,” ujar Aditio.

 

Aksi kemanusiaan Muhammadiyah Jatim juga ditempatkan di sejumlah pos pelayanan yang mencakup Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.

 

Selama masa tanggap darurat selama 30 hari, layanan yang disiapkan antara lain layanan kesehatan dan dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

 

Bantuan Dapur Umum Dibeli dari Warga Lokal

 

Aditio mengatakan pengiriman bantuan dari Jawa diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat hari, bergantung pada kondisi cuaca dan faktor lain selama perjalanan.

 

“Kapal pengangkut memiliki kecepatan sekitar 18 knot atau sekitar 36 kilometer per jam,” jelasnya.

 

Sementara itu, kebutuhan bahan pangan untuk mendukung operasional dapur umum, seperti beras, lauk, sayuran, dan kebutuhan pokok lainnya, akan dibeli di daerah setempat.

 

Menurut Aditio, kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan penyintas, tetapi juga membantu menggerakkan perekonomian masyarakat lokal yang terdampak bencana.

 

“Untuk kebutuhan lain pendukung dapur umum akan dibelikan di daerah setempat. Tentu dimaksudkan untuk membantu perekonomian penduduk lokal,” katanya.

 

LAZISMU Buka Donasi untuk Penyintas Gempa

 

LAZISMU Jatim juga mengajak masyarakat luas untuk ikut membantu penanganan dampak gempa di Flores melalui donasi dan kolaborasi kemanusiaan.

 

LAZISMU membuka kesempatan warga masyarakat luas berdonasi, bersinergi dan berkolaborasi membantu saudara kita yang tertimpa musibah bencana,” kata Aditio.

 

Ia berharap dukungan masyarakat dapat memperkuat kerja relawan di lapangan sekaligus meringankan beban warga yang terdampak gempa.

 

“Semoga aksi kemanusiaan ini dapat bermanfaat dan membantu mengurangi beban warga terdampak gempa,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!