SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar kegiatan Baitul Arqam bagi dosen selama tiga hari, Kamis-Sabtu (23-25/4), di Pondok Pesantren Modern Sangen Muhammadiyah, Weru, Sukoharjo. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) UMS dengan mengusung tema “Penguatan Ideologi Persyarikatan untuk Mendukung Transformasi Progresif Berkelanjutan” sebagai upaya penguatan ideologi, spiritualitas, dan komitmen dosen dalam menggerakkan kampus berkemajuan.
Kegiatan dibuka dengan penyerahan peserta dari Wakil Rektor III UMS kepada Master of Training (MoT), disaksikan dan dibuka oleh Badan Pembina Harian (BPH) UMS, Drs. A. Dahlan Rais, M.Hum. Sebanyak 46 dosen terdiri dari 23 putra dan 23 putri mengikuti program ini, yang difokuskan pada pembinaan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan sebagai fondasi pengembangan institusi.
Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., menegaskan bahwa Baitul Arqam bukan sekadar pelatihan, melainkan ruang transformasi diri bagi dosen. Ia menyebut kegiatan ini dirancang untuk memperkuat keikhlasan, ketenangan, serta kualitas pengabdian dosen dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi.
“Kegiatan ini adalah bagian dari upaya kita meningkatkan kualitas diri, memperkuat keikhlasan, dan menghadirkan ketenangan dalam setiap ikhtiar. Semua ini menjadi bekal penting dalam membangun kampus yang terus berkembang dan memberi manfaat luas,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Baitul Arqam kali ini sengaja digeser dari hotel ke lingkungan pesantren untuk memberikan pengalaman yang lebih kontekstual dan mendalam. Menurutnya, interaksi langsung dengan basis persyarikatan di tingkat cabang menjadi bagian penting dalam memahami gerakan Muhammadiyah secara nyata.
“Kalau di hotel kita sudah sering, sekarang kita hadir di tengah-tengah amal usaha Muhammadiyah. Ini memberi pengalaman baru, sekaligus memperkuat koneksi antara dosen dengan basis gerakan di akar rumput,” jelasnya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sukoharjo, H. Djumari, S.Ag., M.Si., dalam sambutannya menyambut baik kepercayaan UMS yang memilih wilayah Weru sebagai lokasi kegiatan. Ia menilai lingkungan pesantren yang relatif tenang dan jauh dari hiruk pikuk kota menjadi ruang ideal untuk refleksi dan penguatan nilai.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan ini. Tempat ini mungkin di pinggiran, tetapi justru menghadirkan suasana yang sejuk dan mendukung ketenangan dalam kegiatan seperti ini,” ungkapnya.
Selain sebagai forum penguatan ideologi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi UMS dalam membangun sinergi dengan struktur Muhammadiyah di daerah. Mutohharun menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir, UMS aktif menggelar kegiatan serupa secara bergilir di berbagai wilayah Solo Raya untuk memperluas dampak dan kolaborasi.
Ia juga menyinggung peran strategis UMS dalam membantu pengembangan perguruan tinggi Muhammadiyah lain di Indonesia. “Kami mendapat amanah untuk ikut mengembangkan kampus-kampus Muhammadiyah di berbagai daerah, dari Papua hingga wilayah lain. Ini menjadi tanggung jawab besar yang harus kita siapkan bersama,” katanya.
Melalui Baitul Arqam ini, tambah Mutohharun, UMS menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh secara ideologis dan spiritual. Kampus optimistis, penguatan nilai persyarikatan akan menjadi pondasi penting dalam mendorong transformasi progresif yang berkelanjutan. (*)
