SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ mempertegas komitmennya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Komitmen itu diwujudkan melalui penandatanganan Pakta Integritas Kampus Aman dari Kekerasan pada Grand Opening Masa Ta’aruf (Masta) Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB) UMS 2026.
Penandatanganan berlangsung di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS, Kamis (3/9/2026), bertepatan dengan dimulainya rangkaian Masta PMB 2026.
Pakta integritas tersebut menjadi simbol sekaligus komitmen UMS dalam menjamin keamanan dan kenyamanan mahasiswa baru selama menjalani proses pendidikan di kampus.
Ketua Panitia Masta UMS 2026, Dr. Ir. Nur Aklis, S.T., M.Eng., IPM., mengatakan penandatanganan pakta integritas menjadi penegasan bahwa seluruh rangkaian penyambutan mahasiswa baru harus dilaksanakan dengan mengedepankan nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap martabat mahasiswa.
“Penyambutan mahasiswa baru di UMS dilaksanakan dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, pendidikan, penghormatan terhadap martabat mahasiswa, serta lingkungan akademik yang aman dan bebas dari kekerasan,” jelasnya.
Menurut Nur Aklis, Masta merupakan gerbang awal mahasiswa mengenal kehidupan perguruan tinggi. Karena itu, UMS ingin memastikan pengalaman pertama mahasiswa di lingkungan kampus berlangsung secara positif.
“Penyambutan mahasiswa baru harus menjadi pintu masuk yang memberikan pengalaman positif,” ungkapnya.
UMS Tolak Kekerasan Fisik dan Verbal
Nur Aklis menegaskan, kekerasan tidak memiliki tempat dalam proses pendidikan di UMS. Baik kekerasan fisik maupun verbal tidak boleh menjadi bagian dari proses pembelajaran maupun pengenalan kehidupan kampus.
UMS, kata dia, ingin menjadi ruang pembentukan akademisi berkarakter yang memiliki keberanian untuk belajar, berprestasi, berorganisasi, sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Tidak ada tempat bagi kekerasan dalam proses pendidikan, yang ingin kita tumbuhkan adalah semangat, keberanian untuk belajar, berprestasi, berorganisasi, dan memberikan kontribusi,” tegasnya.
Pakta Integritas Kampus Aman dari Kekerasan ditandatangani Rektor UMS, Ketua Panitia Masta UMS 2026, dan perwakilan mahasiswa baru.
Dalam pakta tersebut terdapat enam komitmen utama yang harus menjadi perhatian seluruh elemen UMS selama pelaksanaan Masta PMB 2026.
Pertama, menciptakan Masta yang aman, ramah, inklusif, dan bermartabat dengan menghormati hak, keberagaman, kondisi, kemampuan, serta kebutuhan setiap mahasiswa.
Kedua, menolak seluruh bentuk kekerasan dan diskriminasi, termasuk perundungan, intimidasi, pelecehan, pemaksaan, perpeloncoan, penghinaan, serta penyalahgunaan senioritas dan relasi kuasa.
Ketiga, setiap mahasiswa harus diperlakukan secara setara dan manusiawi tanpa membedakan latar belakang sosial, budaya, agama, gender, kemampuan, kondisi disabilitas, maupun perbedaan lainnya.
Keempat, UMS berkomitmen memastikan seluruh mahasiswa dapat berpartisipasi secara aman dan setara dalam rangkaian Masta serta memperoleh dukungan dan penyesuaian sesuai kebutuhan.
Kelima, mahasiswa diberikan ruang yang aman untuk menyampaikan pendapat, keberatan, meminta bantuan, maupun melaporkan dugaan pelanggaran tanpa ancaman, tekanan, stigma, diskriminasi, atau pembalasan.
Keenam, setiap pelanggaran akan mendapatkan perlindungan dan tindak lanjut secara bertanggung jawab dengan mengedepankan kepentingan korban, kerahasiaan, keadilan, profesionalitas, serta ketentuan yang berlaku.
Satgas PPKPT Perkuat Pencegahan Kekerasan
Selain pakta integritas, UMS juga menyediakan mekanisme pencegahan, penanganan, dan pendampingan terhadap berbagai bentuk kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UMS, kampus berkomitmen memberikan kontribusi dalam mencegah dan menangani potensi kekerasan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya UMS membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memastikan mahasiswa dapat belajar dan berkembang dalam lingkungan yang aman serta menghormati martabat setiap individu.
Dengan penandatanganan pakta integritas tersebut, UMS menegaskan bahwa pelaksanaan Masta PMB 2026 bukan sekadar agenda penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan ini juga menjadi momentum membangun budaya akademik yang aman, manusiawi, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. (*)
