25.6 C
Jakarta

Wujudkan Cabang & Ranting Tangguh, LPCR adakan Sayembara Business Plan dan Serial Zoominar Social Entrepreneurship

Must read

Diskusi Bersama Fisip Untad, Mosikola dan KNPI Sulteng, Jubir Presiden Sampaikan Produktivitas Sosial Ekonomi Merupakan Perhatian Utama

Palu - Presiden Joko Widodo telah memberikan contoh terkait menjaga produktivitas sosial ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Sebagai kepala negara, dirinya selama ini telah...

Program “Belanja di Warung Tetangga” Diyakini Mampu Menyaingi Retail Modern

Jakarta, MENARA62.COM - Program "Belanja di Warung Tetangga" yang diinisiasi Kementerian Koperasi dan UKM bersama BUMN Pangan dan diluncurkan pada medio April 2020...

LPDB-KUMKM Targetkan 4,8 Juta UMKM Mendapat Dana PEN

Jakarta, MENARA62.COM Untuk mengatasi dampak Covid-19, Pemerintah bersama Kementerian Koperasi dan UKM telah menganggarkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 1 triliun untuk...

Luncurkan Produk Terbaru, Solusi Nojorono Atasi Dampak Pandemi Global Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pandemi Covid-19 menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap berbagai bidang, termasuk pada dunia bisnis dan industri.  Salah satunya industri tembakau. Mengutip...

YOGYAKARTA, MENARA62.COM – Jemaah Muhammadiyah adalah kelompok yang dapat dikatakan sebagai warga  masyarakat yang paling “rentan” ketika berhadapan secara langsung dengan pandemi COVID-19 ini.

Secara medis, mayoritas pimpinan PCM dan PRM didominasi oleh kelompok usia yang memasuki kategori resiko tinggi ini mengalami dampak paling fatal dari pandemi COVID-19.

Secara sosial ekonomi, Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting juga menghadapi problem sosial yang semakin kasat mata yakni resiko ketahanan pangan. Di lingkungan internal jamaah maupun lingkungan sekitar.

Pada masa multi krisis seperti inilah kepeloporan Muhammadiyah kembali diuji. Apakah Muhammadiyah yang sampai saat ini tidak mau menyerah dan berdamai dengan COVID-19 itu juga dapat menyelamatkan masyarakat dari ancaman ketahanan pangan yang semakin nyata membayang.

Untuk itu Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting Pimpinan Pusat Muhammadiyah mencoba memassifkan gerakan sociopreneur berbasis Cabang dan Ranting sebagai upaya untuk membantu membangun ketangguhan ekonomi warga Muhammadiyah.

Gerakan sociopreneur ini sendiri dapat diartikan sebagai gerakan bisnis yang harus menghasilkan keuntungan yang dapat dinikmati oleh seluruh warga atau jamaah.

Apa saja model sociopreneur yang dapat dikembangkan oleh PCM dan PRM akan dibahas dalam serial Zoominar bertema “Model Ketangguhan Ekonomi Cabang dan Ranting Muhammadiyah di Era Pandemi COVID-19” yang putaran pertamanya akan digelar pada hari Senin, 29 Juni 2020 jam 19.30 WIB.

Putaran pertama zoominar ini menghadirkan tiga narasuber. Pertama,  Drs. M. Safar Nasir, M.Si, Wakil Ketua LPCR PPM yang akan mengulas tentang Kebijakan LPCR PPM dalam mewujudkan sociopreneur di tingkat Cabang dan Ranting.

Kedua, Dr. Hempri Suyatna (Dosen Univeritas Gadjah Mada)  yang akan membahas tentang sociopreneur dari perspektif kesejahteraan Sosial, aplikasi dan ilustrasi sociopreneur di wilayah kecamatan dan pedesaan serta langkah Cabang dan Ranting Muhammadiyah untuk mewujudkan sociopreneur.

Ketiga, Dwinanto, Kepala Desa Krandegan, Bayan, Kabupaten Purworejo yang akan mengulas dampak positif sociopreneur untuk warga masyarakat berbasis kisah sukses langkah terobosan Desa Krandegan menghadapi pandemi COVID-19.

Zoominar putaran pertama ini ditindaklanjuti dengan sayembara “Penyusunan Business Plan Social Entrepreneurship Muhammadiyah”. Detail tentang ketentuan dan tahapan sayembara akan diumumkan di  sesi akhir zoominar tanggal  29 Juni 2020 tersebut.

Peserta yang hendak bergabung ke zoominar dapat mendaftarkan diri dengan membuka tautan berikut: http://bit.ly/talkshowlpcr atau Chat WA wa.me/6285729638181. Sedangkan yang ikut menyimak dapat mengikuti secara langsung lewat YOUTUBE: http://bit.ly/youtube-lpcr atau FACEBOOK: https://www.facebook.com/lpcr.ppm/

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Diskusi Bersama Fisip Untad, Mosikola dan KNPI Sulteng, Jubir Presiden Sampaikan Produktivitas Sosial Ekonomi Merupakan Perhatian Utama

Palu - Presiden Joko Widodo telah memberikan contoh terkait menjaga produktivitas sosial ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Sebagai kepala negara, dirinya selama ini telah...

Program “Belanja di Warung Tetangga” Diyakini Mampu Menyaingi Retail Modern

Jakarta, MENARA62.COM - Program "Belanja di Warung Tetangga" yang diinisiasi Kementerian Koperasi dan UKM bersama BUMN Pangan dan diluncurkan pada medio April 2020...

LPDB-KUMKM Targetkan 4,8 Juta UMKM Mendapat Dana PEN

Jakarta, MENARA62.COM Untuk mengatasi dampak Covid-19, Pemerintah bersama Kementerian Koperasi dan UKM telah menganggarkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 1 triliun untuk...

Luncurkan Produk Terbaru, Solusi Nojorono Atasi Dampak Pandemi Global Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pandemi Covid-19 menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap berbagai bidang, termasuk pada dunia bisnis dan industri.  Salah satunya industri tembakau. Mengutip...

‘Zona Merah’ PPDB Sekolah Swasta

Oleh Ashari * ZONA merah dalam tulisan ini, kita batasi dengan maksud sebuah kekhawatiran. Jika tidak diantisipasi dan ditindak lanjuti. Karena kondisi riil di lapangan,...