24.3 C
Jakarta

Raker MPKSDI Solo Perkuat Perkaderan Muhammadiyah 2026

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Rapat kerja (Raker) Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo bertajuk penguatan perkaderan tahun 2026 yang berkemajuan dan berkeadaban, Jumat (2/1/2026).

 

Raker digelar di Warteg Bolodewe, kawasan Manahan, Solo ini berlangsung sejak pukul 14.50 sampai 20.20 WIB dan diikuti seluruh pengurus dan perwakilan cabang MPKSDI se-Solo.

 

Raker diawali registrasi peserta dan pembukaan yang diisi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Indonesia Raya dan Sang Surya, serta sambutan pimpinan MPKSDI.

 

“Pada pleno pertama, peserta akan mendapatkan arahan perkaderan Muhammadiyah dari Supervisor MPKSDI Prof Sofyan Anif, mengenai strategi penguatan pembinaan kader ke depan tahun 2026,” ujar Ketua MPKSDI PDM Kota Solo, Dr Suyanto SAg MPdI.

 

Pleno kedua membahas evaluasi program 2025 dan penyusunan action plan tahun 2026. Setelah jeda salat Magrib dan makan, pleno ketiga dilanjutkan dengan penyampaian progress report ortom.

 

Agenda ditutup pleno keempat dengan penyelarasan dan pengesahan program kerja MPKSDI 2026 sebelum penutupan resmi kegiatan.

 

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi, soliditas organisasi, dan arah kebijakan perkaderan Muhammadiyah di Kota Surakarta pada tahun mendatang.

 

“Perkaderan dalam Muhammadiyah telah dirumuskan kepada pilar-pilar Perkaderan Muhammadiyah yang meliputi mulai dari keluarga, amal usaha Muhammadiyah, pimpinan Muhammadiyah, dan organisasi otonom,” tambahnya.

Terkait tantangan perkaderan saat ini, Suyanto menyoroti pentingnya kontekstualisasi strategi pembinaan untuk menjawab dinamika generasi muda. Sekali Muhammadiyah tetap Muhammadiyah.

 

“Kader biologis kader ideologis. Raker MPKSDI PDM Solo 2026 diharapkan menjadi momentum memperkokoh sistem perkaderan berkemajuan yang memastikan keberlanjutan proses kaderisasi di seluruh struktur organisasi. Acara ini dibuka konsultan MPKSDI Ahmad Sukidi,” tuturnya.

 

Suyanto menegaskan bahwa ada empat perkaderan Muhammadiyah. Melalui perkaderan keluarga. Perkaderan melalui sekolah atau institusi pendidikan Muhammadiyah. Perkaderan melalui ortom. Dan perkaderan melalui Amal Usaha Muhammadiyah.

 

“Dalam keluarga misalnya, ada keluarga sejak Taman Kanak-kanak hingga perguruan tinggi anaknya sekolah di Amal Usaha Pendidikan milik persyarikatan Muhammadiyah,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!