TAPANULI SELATAN, MENARA62.COM – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan keberlanjutan pendidikan pascabencana melalui pembangunan sekolah darurat di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Sekolah darurat yang difasilitasi adalah SD 100207 Tandihat, berlokasi di Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan. Fasilitas ini telah digunakan sejak 5 Februari 2026 guna menjamin kegiatan belajar mengajar tetap berjalan bagi siswa terdampak bencana.
Pembangunan sekolah darurat tersebut didukung pendanaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sementara MDMC berperan dalam memfasilitasi pembangunan serta penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran. Fasilitas yang disiapkan meliputi instalasi listrik, meja dan kursi siswa serta guru, papan tulis (whiteboard), hingga kipas angin untuk menunjang kenyamanan proses belajar.
Ketua MDMC menyampaikan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas dalam respons pascabencana. Keberlanjutan pendidikan dinilai penting tidak hanya untuk menjaga stabilitas proses belajar, tetapi juga mendukung pemulihan psikososial anak-anak terdampak.
“Pendidikan harus tetap berjalan meskipun dalam situasi darurat. Sekolah darurat menjadi solusi sementara agar anak-anak tetap mendapatkan hak belajar mereka,” demikian keterangan MDMC, Selasa (25/2/2026).
Sekolah darurat SD 100207 Tandihat akan digunakan hingga pembangunan gedung sekolah permanen oleh pemerintah selesai dilaksanakan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mencegah terjadinya jeda panjang dalam proses pendidikan siswa.
Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, masih dibutuhkan dukungan tambahan berupa buku pelajaran serta perangkat pendukung pembelajaran digital seperti laptop dan perangkat tata suara. Dukungan berbagai pihak dinilai penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan sekolah darurat bagi siswa dan tenaga pendidik.
MDMC menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam pemulihan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan. (*)

