SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembaruan kurikulum. Kali ini, Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melakukan peninjauan kurikulum guna memperkuat mutu lulusan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Kegiatan yang berlangsung pada 27–28 April 2026 di Edutorium UMS ini menghadirkan berbagai akademisi dan pemangku kepentingan. Peninjauan kurikulum dipimpin oleh Dr. Pungki Indarto, dengan kehadiran Ketua Prodi Pendidikan Jasmani Dr. Eko Sudarmanto serta pemateri utama audit internal, Dr. Laili Etika Rahmawati.
Dalam paparannya, Laili menilai langkah yang dilakukan Prodi Pendidikan Jasmani FKIP UMS sebagai strategi yang tepat dan progresif. Ia menekankan pentingnya penyusunan kurikulum yang sistematis serta selaras dengan standar nasional agar memiliki akuntabilitas dan kemudahan evaluasi di masa depan.
“Penyesuaian dengan standar dan kebutuhan industri menjadi kunci untuk mencetak lulusan yang unggul dan adaptif,” ujarnya.
Sementara itu, penanggung jawab kegiatan, Pungki Indarto, menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus atau task force guna mempercepat proses penyusunan kurikulum yang lebih inovatif dan relevan.
Ia menegaskan, peninjauan ini bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan bagian dari langkah strategis dalam merancang masa depan pendidikan jasmani di UMS.
Di sisi lain, Eko Sudarmanto menekankan bahwa kurikulum merupakan fondasi utama dalam proses pendidikan. Ia berharap kurikulum yang disusun tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam proses pembelajaran sehari-hari.
“Kami ingin memastikan lulusan memiliki kompetensi yang utuh, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap profesional,” ungkapnya.
Peninjauan kurikulum ini diharapkan menghasilkan dokumen yang lebih komprehensif, adaptif, dan sesuai kebutuhan dunia kerja. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan dalam meningkatkan kualitas pendidikan jasmani di Indonesia. (*)
