29.4 C
Jakarta

Penelitian Diabetes, Dosen UMS Juara di Thailand

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Dosen Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, Dwi Rosella Komala Sari, M.Fis., S.Fis., Ph.D., berhasil meraih penghargaan Outstanding Oral Presentation dalam ajang International Physiotherapy Research Symposium (IPTRS) di Chulalongkorn University Bangkok, Thailand, sebuah forum riset fisioterapi tingkat internasional yang diikuti peneliti dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.

 

Penghargaan tersebut diraih melalui penelitiannya yang berjudul “Falling Risk in Older Adults with Diabetes Mellitus Based on Duration of Diabetes Mellitus”. Penelitian ini mengangkat isu penting terkait risiko jatuh pada pasien lanjut usia dengan diabetes mellitus. Hingga kini, diabetes masih menjadi persoalan kesehatan serius, termasuk di Indonesia yang menempati peringkat lima dunia dengan jumlah populasi diabetes terbanyak.

 

Dwi Rosella mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam konferensi internasional ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi ilmiah, tetapi juga sebagai upaya membawa nama UMS ke kancah global, khususnya dalam bidang fisioterapi. Ia menilai IPTRS sebagai forum yang sangat kompetitif karena diikuti oleh para peneliti dari berbagai negara, terutama kawasan Thailand dan Asia Tenggara.

 

“Keunggulan penelitian yang saya presentasikan terletak pada analisis prediksi risiko jatuh yang dikelompokkan berdasarkan durasi pasien menderita diabetes. Ini menjadi hal penting dalam upaya pencegahan dan rehabilitasi,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, risiko jatuh pada pasien diabetes tidak bisa dianggap sepele. Dampak yang ditimbulkan dapat berupa cedera serius seperti patah tulang, dislokasi, hingga berpotensi menyebabkan kematian. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pasien, tenaga kesehatan, maupun keluarga dalam memahami pentingnya pencegahan risiko jatuh.

 

Penelitiannya ia lakukan selama kurang lebih tiga bulan dengan melibatkan 412 pasien diabetes mellitus yang direkrut dari beberapa Puskesmas di Surakarta. Dalam prosesnya, tantangan utama yang dihadapi adalah memberikan pemahaman kepada pasien terkait pentingnya observasi dan asesmen, mengingat tidak semua pasien memiliki kesadaran terhadap kondisi kesehatannya.

 

Meski demikian, Dwi Rosella mengapresiasi soliditas tim peneliti yang turut melibatkan mahasiswa dalam proses riset. Kolaborasi ini dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan penelitian hingga mampu bersaing di tingkat internasional.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penghargaan ini memiliki makna besar, tidak hanya secara personal, tetapi juga bagi institusi. “Ini menjadi kontribusi dalam mengharumkan nama UMS di kancah internasional sekaligus memperkenalkan Program Studi Fisioterapi UMS secara lebih luas,” ujarnya.

 

Dari sisi manfaat, hasil penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya penderita diabetes, untuk melakukan langkah pencegahan risiko jatuh. Salah satunya melalui aktivitas fisik yang teratur guna menjaga keseimbangan dan kondisi tubuh tetap optimal.

 

Dengan kondisi fisik yang baik, pasien diabetes diharapkan tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara produktif tanpa rasa khawatir terhadap risiko jatuh akibat penurunan keseimbangan.

 

Di akhir, Dwi Rosella turut memberikan pesan kepada mahasiswa untuk tidak ragu tampil di berbagai forum ilmiah, baik nasional maupun internasional. Menurutnya, kepercayaan diri menjadi kunci utama dalam mempresentasikan hasil penelitian.

 

“Jangan minder untuk tampil di ajang riset. Yang paling memahami penelitian kita adalah diri kita sendiri. Jadilah mahasiswa yang haus akan ilmu dan karya, serta berani bermimpi setinggi langit untuk menjadi versi terbaik diri,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!