JAKARTA, MENARA62.COM – Dewan Pembina OIC Youth Indonesia, Beni Pramula, menyerahkan empat buku serial dakwah karya terbarunya dalam acara Iftar Gathering yang digelar di Aula Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Penyerahan karya literasi tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam agenda yang mempertemukan diplomasi internasional dan gerakan dakwah komunitas. Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting dari kalangan diplomasi dan organisasi keagamaan.
Empat buku tersebut diserahkan secara khusus kepada Husnan Bey Fananie, mantan Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan periode 2016–2019 sekaligus cucu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, Zainuddin Fananie.
Selain itu, koleksi buku juga diterima langsung oleh Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia, Ramil Rzayev.
Tokoh lain yang turut menerima serial buku tersebut antara lain Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, serta Presiden OIC Youth Indonesia, Astrid Nadya Rizqita.
Literasi Fondasi Dakwah Modern
Dalam kesempatan tersebut, Beni Pramula menegaskan bahwa literasi menjadi fondasi penting bagi generasi muda dalam membangun konsep Values-Based Smart Power, yakni kekuatan intelektual yang berakar pada nilai-nilai moral dan keislaman.
Menurutnya, empat buku yang diluncurkan tersebut dirancang sebagai panduan komprehensif bagi para aktivis dakwah dan pemuda Muslim dalam menghadapi tantangan era disrupsi digital serta dinamika pengelolaan organisasi modern.
“Literasi menjadi modal strategis bagi pemuda untuk menghadirkan dakwah yang profesional, adaptif terhadap teknologi, namun tetap berpegang pada etika dan nilai keislaman,” ujar Beni.
Empat Serial Buku Dakwah
Empat buku yang diserahkan dalam acara tersebut membahas berbagai aspek strategis pengembangan dakwah, di antaranya manajemen krisis, inovasi digital, penguatan tata kelola organisasi, hingga transformasi komunikasi dakwah di ruang siber.
Buku pertama mengulas strategi mitigasi krisis dan pemanfaatan teknologi digital dalam dakwah yang berkelanjutan dengan tetap menjunjung integritas etika profesional.
Buku kedua membahas dakwah dalam perspektif administrasi publik, termasuk pentingnya tata kelola organisasi dan pengembangan sumber daya manusia dalam ekosistem dakwah.
Sementara buku ketiga menyoroti manajemen strategis dakwah melalui penguatan SDM, transparansi keuangan, dan tata kelola organisasi keagamaan yang profesional.
Adapun buku keempat mengupas transformasi komunikasi dakwah di media sosial, mulai dari strategi komunikasi, pola interaksi, hingga efektivitas pesan dakwah pada berbagai platform digital.
Simbol Kolaborasi Dakwah dan Diplomasi
Penyerahan buku kepada Husnan Bey Fananie memiliki makna simbolis tersendiri. Selain dikenal sebagai tokoh pendidikan Islam dari tradisi Gontor, ia juga pernah berperan sebagai diplomat yang mempererat hubungan Indonesia dengan Azerbaijan.
Melalui karya-karya tersebut, Beni Pramula berharap pemuda Muslim dapat lebih siap memimpin peradaban melalui gagasan yang inovatif, profesional, dan berakar pada nilai-nilai Islam.
Acara Iftar Gathering 1447 Hijriah ini merupakan kolaborasi internasional antara Kedutaan Besar Republik Azerbaijan, OIC Youth Indonesia, dan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah. (*)
