30 C
Jakarta

Akreditasi dan Masa Tunggu Singkat Lulusan, Nilai Plus Perguruan Tinggi

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Akreditasi institusi dan masa tunggu lebih singkat lulusan mendapatkan pekerjaan merupakan nilai tambah atau value added bagi perguruan tinggi. Akreditasi menjamin kualitas pendidikan dan masa tunggu lebih singkat mengindikasikan lulusan bakal terjamin kesejahteraannya.

Hal tersebut diungkapkan Prof Dr Ir Hari Purnomo MT, IPU, ASEAN Eng, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) kepada wartawan saat berbuka puasa bersama, Selasa (10/3/2026). Hari Purnomo adalah Dekan FTI yang telah menjabat selama dua periode 2018-2022 dan 2022-2026.

Hari Purnomo menjelaskan akreditasi sangat penting bagi perguruan tinggi. Karena akreditasi menjadi tolok ukur mutu akademik, tata kelola, dan kredibilitas institusi yang menjamin kualitas pendidikan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat dan daya saing lulusan.

Sedang masa tunggu singkat lulusan mendapatkan pekerjaan harus dilatih sebelum mahasiswa lulus. Pelatihan dilakukan berdasarkan minat dan bakat masing-masing mahasiswa. Sehingga mahasiswa benar-benar menekuni profesi apa yang akan dilaksanakan setelah lulus. “Salah satunya bisa melalui proses magang,” kata Hari Purnomo.

Selain itu, dalam kepemimpinan di FTI UII selama dua periode, Hari Purnomo memiliki sikap tegas dalam menegakkan disiplin. Sikap tegas tersebut membuat civitas akademik di lingkungan FTI UII dapat lebih memahami tanggung jawab serta target yang harus dicapai.

Ketegasan yang adil menumbuhkan rasa hormat dan kepastian, meminimalkan kelalaian, serta mengarahkan energi kerja pada tujuan bersama. Hasilnya, semua menjadi lebih tertib dan produktivitas kinerja meningkat. Mahasiswa, dapat lulus studi tepat waktu dengan IPK (Indek Prestasi Komulatif) optimal, serta waktu tunggu kerja 0 tahun.

Hari Purnomo merupakan Guru Besar di bidang ergonomi yang dikenal luas atas kontribusinya dalam pengembangan ergonomi industri, sistem kerja, dan peningkatan produktivitas berbasis pendekatan human-centered design di Indonesia. Kiprah akademiknya ditandai dengan berbagai penelitian tentang perancangan sistem kerja yang aman, sehat, dan efisien, serta integrasi ergonomi dalam rekayasa industri dan manajemen operasi.

Hari Purnomo aktif menulis di jurnal ilmiah dan forum akademik. Hari Purnomo juga berperan dalam membimbing banyak peneliti muda dan mendorong penerapan prinsip ergonomi pada sektor manufaktur, UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), dan layanan publik. Pemikirannya menekankan pentingnya keselarasan antara manusia, teknologi, dan lingkungan kerja guna mencapai kinerja organisasi yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas hidup pekerja.

Selama memimpin FTI UII, Hari Purnomo berhasil meningkatkan jumlah program studi (Prodi) dari tujuh menjadi 15 Prodi. Tujuh Prodi, awal menjabat yaitu lima program sarjana dan dua program magister. Kini telah menjadi delapan program sarjana, empat program magister, dua program doktor dan satu program profesi insinyur.

Ke 15 Prodi tersebut adalah Prodi Sarjana (S1) meliputi Teknik Industri (termasuk International Program (IP)), Teknik Kimia (Proses Industri Hijau) (termasuk IP), Teknik Elektro (termasuk IP), Informatika (termasuk IP), Teknik Mesin, Informatika, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Rekayasa Tekstil. Prodi (S2) Magister, meliputi Manajemen Rekayasa Magister Teknik Industri, Informatika, Magister Rekayasa Elektro, Magister Teknik Kimia, dan Prodi Doktor (S3) meliputi Doktor Rekayasa Industri, Doktor Informatika serta Profesi Insinyur

Sedang akreditasi Prodi tersebut adalah dua atau 13% Prodi terakreditasai ‘Unggul dan Internasioal, enam atau 40% Prodi ‘Unggul.’ Kemudian dua atau 13% terakreditasi ‘Baik Sekali’ dan empat atau 27% terakreditasi ‘Baik’ serta satu atau 7% terakreditasi ‘Minimun’ karena dibuka Maret 2026. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!