30 C
Jakarta

Dinilai Punya Kapasitas dan Legitimasi Kuat, AMSI Dukung Daniel Mutaqien Jadi Ketua DPD Partai Golkar Jabar

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Menjelang momentum regenerasi kepemimpinan di tubuh Partai Golkar Jawa Barat, dukungan terhadap Daniel Mutaqien Syafiuddin sebagai calon pemimpin kian menguat. Sejumlah kalangan menilai Daniel tidak hanya memiliki popularitas, tetapi juga kapasitas ideologis dan teknokratis.

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Satuan Karya Ulama (DPP AMSI), Jiaul Haq, S.Sos., M.M., secara terbuka menyampaikan dukungannya. Ia menilai Daniel memiliki legitimasi historis serta kemampuan kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan politik saat ini.

“Dalam pandangan kami di AMSI, memimpin Jawa Barat memerlukan kombinasi antara kecerdasan (fathanah) dan keterhubungan dengan sejarah perjuangan para pendahulu. Kang Daniel memiliki nasab perjuangan yang jelas dari almarhum Irianto MS Syafiuddin dan Anna Sophanah,” ujar Jiaul dalam keterangannya., Senin (30/3/2026)

Menurutnya, Daniel dinilai mampu menjaga marwah partai sekaligus menjembatani aspirasi masyarakat, termasuk kalangan ulama, melalui pendekatan komunikasi yang santun namun tegas.

Tiga Pilar Dukungan

Dukungan terhadap Daniel Mutaqien bertumpu pada tiga pilar utama, yakni energi muda, rekam jejak yang teruji, serta latar belakang keluarga politik yang kuat atau “nasab perjuangan”.

Secara politik, Daniel dinilai memiliki pengalaman organisasi dan parlemen yang memadai. Hal ini menjadi salah satu faktor yang memperkuat posisinya sebagai kandidat potensial dalam kontestasi internal partai.

Sejumlah analisis menyebut kemunculan Daniel Mutaqien dapat dipahami melalui berbagai pendekatan teori kepemimpinan modern.

Dalam perspektif teori modal sosial Pierre Bourdieu, latar belakang keluarga politik dipandang sebagai “modal sosial warisan” yang mencerminkan nilai, jaringan, dan legitimasi di mata publik.

Sementara itu, teori kepemimpinan adaptif yang dikembangkan Ronald Heifetz menekankan pentingnya kemampuan pemimpin dalam merespons perubahan sosial, termasuk dinamika pemilih muda dan perkembangan digital. Daniel dinilai memiliki fleksibilitas untuk menjawab tantangan tersebut.

Adapun dalam teori sirkulasi elit oleh Vilfredo Pareto, regenerasi kepemimpinan merupakan elemen penting dalam menjaga keberlanjutan dan daya saing organisasi politik.

Jiaul Haq menegaskan bahwa kepemimpinan Daniel Mutaqien merupakan bagian dari proses regenerasi yang penting bagi keberlanjutan Partai Golkar di Jawa Barat.

“Kepemimpinan Daniel adalah titik temu antara tradisi dan modernitas. Ia bukan sekadar penerus, tetapi juga figur yang memiliki kapasitas untuk membawa partai tetap relevan di tengah perubahan zaman,” ujarnya.

Hingga saat ini, dinamika internal terkait pemilihan kepemimpinan di tubuh DPD Partai Golkar Jawa Barat masih terus berkembang. Dukungan dari berbagai elemen organisasi dinilai menjadi indikator penting dalam menentukan arah kepemimpinan ke depan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!