31.6 C
Jakarta

PG PAUD UMS Gelar ToT, Cetak Lulusan Kreatif

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) sebagai upaya meningkatkan keterampilan mahasiswa melalui pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi kampus dalam menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mampu terjun langsung mengelola kegiatan edukatif bagi anak usia dini.

Pelatihan tersebut menghadirkan tim alumni UMS yang membangun tim D’Miracle, sebuah organisasi yang bergerak di bidang edu-entrepreneurship. Kehadiran alumni diharapkan dapat memberikan inspirasi sekaligus pengalaman nyata kepada mahasiswa mengenai pengembangan usaha kreatif yang tetap berorientasi pada dunia pendidikan anak.

Kepala Program Studi PG PAUD UMS, Dr. Junita Dwi Wardhani, M.Ed., menjelaskan bahwa dalam kegiatan ToT ini mahasiswa dilibatkan secara langsung dalam proses perancangan outbound kit untuk anak usia dini. Outbound kit merupakan seperangkat media dan permainan edukatif yang dirancang untuk menunjang aktivitas luar ruang sekaligus melatih kemampuan motorik, sosial, dan kognitif anak.

Menurutnya, produk semacam itu memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi usaha mandiri di bidang pendidikan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya disiapkan menjadi tenaga pendidik, tetapi juga memiliki wawasan kewirausahaan yang dapat menjadi bekal setelah lulus nanti.

Selain berorientasi pada kewirausahaan, kegiatan ToT juga dirancang sebagai pengalaman belajar berbasis praktik (experiential learning). Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa didorong belajar melalui pengalaman langsung di lapangan, mulai dari menyusun konsep kegiatan, memecahkan masalah, berkomunikasi dalam tim, hingga mengevaluasi hasil kegiatan.

“Melalui pelatihan ini, mahasiswa dibekali kemampuan merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran berbasis luar ruang (outdoor learning), termasuk program outbound kids yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami konsep pedagogik, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks nyata,” ujar Junita, Kamis (23/4).

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan visi dan misi Prodi PG PAUD UMS yang ingin menghasilkan lulusan berdaya saing tinggi. Lulusan tidak hanya diarahkan menjadi guru PAUD, tetapi juga mampu menjadi pengelola lembaga pendidikan anak usia dini yang profesional, adaptif terhadap perubahan zaman, serta inovatif dalam menghadirkan model pembelajaran.

Sementara itu, KaLab PG PAUD UMS, Dr. Sri Slamet, M.Hum., M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ToT dilaksanakan selama dua hari dengan tahapan yang terstruktur. Pada hari pertama, mahasiswa difokuskan untuk menyusun konsep kegiatan outbound, termasuk menentukan tema, jenis permainan, alur kegiatan, dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Selanjutnya pada hari kedua, mahasiswa mulai merealisasikan konsep tersebut dengan membuat berbagai alat peraga edukatif yang nantinya akan digunakan dalam kegiatan lapangan. Proses ini melatih kreativitas mahasiswa dalam menciptakan media pembelajaran yang menarik, aman, dan sesuai dengan usia anak-anak.

Seluruh hasil pelatihan tersebut nantinya akan diterapkan dalam kegiatan bertajuk Outbound Ceria yang direncanakan berlangsung pada 9 Mei 2026 mendatang di Lapangan Kampus 4 UMS. Sekitar 100 anak dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut.

Melalui Outbound Ceria, mahasiswa akan mendapat kesempatan menjadi fasilitator secara langsung. Mereka akan memandu anak-anak mengikuti berbagai permainan edukatif, melatih kerja sama, mengenalkan kedisiplinan, serta membangun keberanian anak melalui aktivitas luar ruang yang menyenangkan.

Menurut Sri Slamet, pengalaman langsung di lapangan sangat penting karena mahasiswa calon guru PAUD perlu memiliki keberanian memimpin kegiatan dan kemampuan mengelola anak dalam jumlah banyak dengan pendekatan yang tepat.

“Harapan dari TOT ini biar mahasiswa itu mempunyai keberanian dan juga sebagai pemimpin dan juga sebagai koordinator bagaimana dia itu bisa menangani anak-anak di lapangan. Menangani anak-anak itu harus juga terarah dan teredukasi. Jadi anak-anak nanti ketika bermain itu tidak hanya bermain saja, tapi ada edukasi yang diberikan sesuai usia mereka,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, UMS berharap mahasiswa PG PAUD semakin siap menghadapi dunia kerja. Selain menguasai teori pendidikan anak usia dini, mahasiswa juga dibekali keterampilan teknis, kepemimpinan, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan yang menjadi nilai tambah di tengah kebutuhan dunia pendidikan yang terus berkembang. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!