28.5 C
Jakarta

El John Pageants Hadirkan Wet Performance dalam Mermaid & Merman Indonesia 2026, Kolaborasi Apik di Momentum Hari Bumi

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Ajang Mermaid & Merman Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan El John Indonesia dan El John Pageants menghadirkan inovasi baru dalam dunia pageant dengan menggabungkan olahraga mermaiding dan kompetisi kecantikan. Salah satu agenda yang wajib dilakukan oleh para finalis adalah “wet performance” atau penampilan bawah air yang digelar pada Kamis (23/4/26 di Hotel Borobudur, Jakarta.

Wet performance mengusung tema “The Spirit of the Archipelago: A Tribute to Earth Day” yang terinspirasi dari kekayaan Indonesia sebagai negara kepulauan. Tema ini memberikan ruang bagi para finalis untuk mengeksplorasi keindahan budaya dan laut Nusantara melalui penilaian.

General Manager El John Pageants Bagas S. Siregar menegaskan, konsep ini menjadi bagian krusial dalam proses penilaian para finalis.
Wet performance merupakan tahap prejudging yang memiliki bobot penilaian hingga 50 persen.Dalam sesi ini, seluruh finalis diwajibkan menampilkan kemampuan mereka di bawah air dengan mengombinasikan teknik, koreografi, serta ekspresi artistik. “Para finalis akan menunjukkan skill mereka underwater, bukan sekadar hobi, tetapi teknik yang benar-benar harus dikuasai,” ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, para finalis akan melakukan penampilan di bawah air selama maksimal lima menit dengan menggunakan kostum ekor (tail). Para finalis juga wajib memiliki sertifikasi kemampuan underwater, serta memiliki kondisi kesehatan yang prima.

“Penilaian itu bukan hanya teknik saja,tapi juga bagaimana mereka memadukan gerakan dengan musik, kostum, dan persona mereka. Semua itu akan digabungkan dalam satu kesatuan penilaian,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep ini menjadi sesuatu yang baru di Indonesia karena mengintegrasikan olahraga mermaiding dengan dunia pageantry dengan melibatkan tim profesional, termasuk juri dan tim keamanan.

“Mermaid & Merman Indonesia ini melibatkan kekuatan fisik, kesehatan, dan profesionalitas, bahkan sudah menjadi industri yang menciptakan peluang ekonomi,” tuturnya.

Mengangkat Keahlian Pengrajin

Beberapa sektor yang terdampak seperti pengrajin kostum, pembuat ekor(tail), makeup artist, hingga penyedia perlengkapan profesional seperti fins dan mono fins.

Melalui agenda wet performance ini, Bagas berharap ajang bergengsi Mermaid & Merman Indonesia 2026 dapat menjadi inspirasi sekaligus membuka wawasan masyarakat tentang potensi besar laut Indonesia.

“Harapannya ini bisa menjadi gaung besar bahwa Indonesia kaya akan keindahan laut dan juga tanggung jawab untuk menjaganya,” imbuhnya.

Kolaborasi dengan Momentum Hari Bumi

Agenda wet performance yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April. Momentum ini dimanfaatkan sebagai bentuk kampanye lingkungan yang menjadi bagian dari ajang Mermaid & Merman Indonesia 2026.

“Kita menggabungkan tema besar ini dengan peringatan Hari Bumi. Jadi bukan hanya menampilkan keindahan underwater, tapi juga menyuarakan pentingnya menjaga lingkungan dan laut,” katanya.

Bagas mengatakan, ajang ini diharapkan mampu menjadi wadah edukasi tentang pentingnya pelestarian bumi, khususnya ekosistem laut yang menjadi bagian besar dari kehidupan manusia.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab kita bersama untuk menjaga laut dan bumi. Kami ingin para finalis juga membawa pesan itu dalam setiap penampilan mereka,” ujarnya.

Terintegrasi dengan Program “Discover The Natural Treasures: Ternate & Tidore”

Hotel Borobudur Jakarta menghadirkan program tematik bertajuk “Discover The Natural Treasures: Ternate & Tidore” yang berlangsung pada 20 April hingga 31 Mei 2026. Inisiatif ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bumi dan perayaan Hari Waisak, dengan mengusung tema harmoni antara manusia, alam, dan budaya. Program ini mengangkat kekayaan sejarah dan budaya rempah Indonesia, khususnya dari wilayah Ternate dan Tidore yang dikenal sebagai bagian penting dalam jalur rempah dunia. Kedua wilayah ini memiliki peran historis sebagai penghasil komoditas unggulan seperti cengkeh dan pala.

Selain itu, program ini juga menyoroti warisan budaya Indonesia melalui Candi Borobudur sebagai pusat spiritual umat Buddha yang mendunia. Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi sejumlah pihak, di antaranya APEKSI, Pemerintah Kota Ternate, Pemerintah Kota Tidore, Yayasan Negeri Rempah, InJourney, Yayasan Ehipassiko, serta Yayasan El John Indonesia.

Peresmian program pada Rabu, 22 April 2026 di Flores A Ballroom, Hotel Borobudur Jakarta. Acara pembukaan dimeriahkan dengan pameran, peragaan busana, pertunjukan tari dan musik, serta berbagai atraksi budaya khas Ternate dan Tidore. Selain itu, akan digelar talkshow bertema rempah dan budaya yang mengulas keterkaitannya dengan nilai historis dan spiritual Candi Borobudur, menghadirkan narasumber seperti Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Wakil Wali Kota Tidore Ahmad Laiman, serta tokoh budaya dan pemerhati rempah
nasional.

Sepanjang periode program, pengunjung dapat menikmati berbagai rangkaian kegiatan menarik. Salah satunya adalah sajian kuliner khas Ternate dan Tidore di Bogor Cafe setiap Senin hingga Jumat mulai 22 April sampai 31 Mei 2026, dengan menu prasmanan autentik berbasis rempah yang disiapkan langsung oleh juru masak dari daerah asalnya.

Selain itu, agenda lain yang turut meramaikan antara lain Business & Investment Forum Ternate & Tidore (24 April 2026), bincang budaya dan sejarah jalur rempah Indonesia, Gathering Pemuda Diaspora Ternate & Tidore (26 April 2026), hingga Pesta Rakyat Ternate & Tidore pada 24 Mei 2026.

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Hotel Borobudur Jakarta juga berkolaborasi dengan Yayasan El John Indonesia menghadirkan pertunjukan Mermaid & Merman Indonesia: The Spirit of the Archipelago. Penampilan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membawa pesan penting mengenai pelestarian laut dan ekosistem maritim Indonesia.

Sebagai penutup rangkaian acara sekaligus menyambut semangat Waisak, hotel ini bekerja sama dengan Yayasan Ehipassiko menggelar kegiatan meditasi pada 7 Juni 2026. Selain itu, ditampilkan pula pameran infografis sejarah Candi Borobudur di area lobi hotel sebagai refleksi nilai spiritual dan budaya.

Melengkapi program tersebut, Hotel Borobudur Jakarta menghadirkan paket menginap spesial bertajuk “Borobudur Serenity Stay” yang tersedia pada 24 Mei hingga 7 Juni 2026. Paket ini menawarkan berbagai fasilitas, mulai dari sarapan untuk dua orang, sesi yoga dan meditasi, tiket masuk ke Candi Borobudur, hingga berbagai keuntungan tambahan seperti diskon makanan dan minuman, fleksibilitas waktu check-in dan check-out, serta layanan shuttle menuju Sarinah Plaza. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!