BANGKALAN, MENARA62.COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melakukan kunjungan langsung ke SD Negeri Kajuanak 4 di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jumat (1/5/2026). Kunjungan ini menjadi angin segar bagi sekolah yang sebelumnya roboh dan tengah mengajukan program revitalisasi.
Dalam keterangannya, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memastikan kondisi sekolah serta percepatan program perbaikan fasilitas pendidikan.
“Di pagi yang cerah ini kami ingin memastikan kondisi sekolah yang sudah mengajukan program revitalisasi,” ujarnya.
Kedatangan Menteri disambut haru oleh Kepala SDN Kajuanak 4, Ningsih. Ia mengaku kunjungan tersebut di luar dugaan dan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seluruh warga sekolah.
“Saya bersama guru, tenaga pendidik, dan warga sangat antusias dan bahagia. Ini seperti mendapat kado yang sangat indah,” ungkapnya.
Ningsih menjelaskan, bangunan sekolah roboh pada 24 November 2025, sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan di luar ruangan dengan fasilitas seadanya. Kondisi tersebut mendorong pihak sekolah segera mengajukan proposal revitalisasi pada Desember 2025 melalui Dinas Pendidikan setempat.
Setelah melalui proses pengajuan dan verifikasi, proposal tersebut akhirnya mendapat respons dari Kementerian. Bahkan, kunjungan Menteri menjadi bagian dari tahapan lanjutan sebelum realisasi pembangunan.
Berdasarkan data Kemendikdasmen, revitalisasi SDN Kajuanak 4 mencakup rehabilitasi empat ruang kelas, perbaikan satu ruang administrasi, pembangunan dua ruang kelas baru, fasilitas toilet, serta ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Proyek ini dijadwalkan memasuki tahap finalisasi dokumen pada Mei 2026 dan segera ditandatangani oleh pihak terkait.
“Tidak lama lagi sekolah ini akan segera direvitalisasi,” tegas Abdul Mu’ti.
Sebagai simbol dimulainya pembangunan, Menteri Mu’ti juga melakukan peletakan batu pertama di lokasi sekolah. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan, khususnya di daerah.
Sementara itu, Kepala Desa Kajuanak Galis, Marsit memastikan bahwa persoalan sengketa lahan yang sebelumnya sempat terjadi kini telah tuntas.
“Sudah aman, sengketanya sudah diselesaikan,” ujarnya kepada Menteri saat dialog di lokasi.
Warga sekolah berharap proses pembangunan dapat segera rampung agar siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman tanpa harus menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
“Semoga sekolah kami segera berdiri kembali, dan anak-anak bisa belajar dengan layak,” tutup Ningsih penuh harap. (*)
