YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Semangat sportivitas dan dakwah berkemajuan akan mewarnai pelaksanaan The 1st Muhammadiyah Games 2026, ajang olahraga nasional pertama yang diinisiasi Lembaga Pengembangan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Event bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada 12–23 Mei 2026 di Yogyakarta, Surakarta, dan Purwokerto.
Muhammadiyah Games 2026 menjadi program strategis Muhammadiyah dalam membangun sistem pembinaan atlet terintegrasi bagi pelajar dan mahasiswa Muhammadiyah serta ’Aisyiyah se-Indonesia. Tak sekadar kompetisi olahraga, ajang ini juga dirancang sebagai ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan sportivitas generasi muda.
Sebanyak enam cabang olahraga akan dipertandingkan, yakni panahan, atletik, pencak silat, bulu tangkis, bola voli indoor, dan tenis meja. Total terdapat 122 nomor pertandingan dengan 492 medali yang diperebutkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Berbagai venue utama telah disiapkan untuk mendukung suksesnya event nasional tersebut, di antaranya Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Stadion Mandala Krida, GOR Kridosono, Hyena Sport Area, Edutorium UMS, hingga Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sementara opening ceremony dijadwalkan berlangsung di Universitas Ahmad Dahlan pada 16 Mei 2026.
Ketua Lembaga Pengembangan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., menegaskan Muhammadiyah Games hadir sebagai bentuk komitmen Muhammadiyah dalam membangun ekosistem olahraga berkelanjutan dan berkarakter.
“The 1st Muhammadiyah Games 2026 bukan hanya ajang kompetisi olahraga, tetapi juga media dakwah dan pembinaan karakter generasi muda Muhammadiyah. Kami ingin melahirkan atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, dan semangat Islam berkemajuan,” ujarnya.
Menurutnya, Muhammadiyah Games juga menjadi bagian dukungan terhadap implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) serta visi road to olympics melalui pembinaan atlet sejak usia pelajar dan mahasiswa.
Sementara itu, Ketua Panitia Muhammadiyah Games 2026, Dr. Nur Subekti, S.Pd., M.Or., menyebut panitia terus mematangkan berbagai aspek teknis dan nonteknis menjelang pelaksanaan event.
“Kami ingin menghadirkan kompetisi yang profesional, modern, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Karena itu, sistem pendaftaran peserta dilakukan secara terintegrasi berbasis digital melalui entry by sport, entry by class, dan entry by name,” jelasnya.
Ia menambahkan, Muhammadiyah Games 2026 juga menjadi momentum penting memperkuat jejaring antarlembaga pendidikan Muhammadiyah dan ’Aisyiyah di Indonesia. Selain sebagai ajang pencarian bakat atlet, event ini diharapkan mampu memperkuat nilai kolaborasi, persaudaraan, dan kompetisi sehat di kalangan generasi muda.
Mengusung semangat “Berkemajuan dan Sportivitas untuk Persyarikatan”, Muhammadiyah Games 2026 diharapkan mampu menjadi ruang strategis mencetak generasi muda yang sehat, progresif, kompetitif, dan berdaya saing tinggi.
Tak hanya menjadi arena pertandingan, event nasional ini juga diharapkan menghadirkan “satu arena, sejuta cerita” bagi seluruh peserta dan masyarakat Indonesia. (Ivan)
