29.5 C
Jakarta

Mendiktisaintek: Seleksi SNBT 2026 Semakin Akuntabel dan Berintegritas

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyampaikan, bahwa pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 berjalan lebih tertib, akuntabel, dan berintegritas. Hal itu diungkap Menteri Brian dalam Konferensi Pers Hasil Seleksi Jalur SNBT dan Pengumuman Calon Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Jalur SNBT Tahun 2026 di Kantor Kemdiktisaintek, Senin (25/5).

Data SNBT 2026 menunjukkan jumlah pendaftar mencapai 871.496 peserta, meningkat dibanding tahun 2025 yang mencapai 860.976 peserta dan tahun 2024 sebanyak 785.058 peserta. Peningkatan terjadi di hampir seluruh jenis sekolah, dengan jumlah pendaftar dari Sekolah Menengah Atas (SMA) mencapai 597.849 peserta, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 141.330 peserta, dan Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 126.505 peserta.

“Animo masyarakat untuk mengikuti SNBT terus meningkat. Ini menunjukkan semangat anak-anak muda Indonesia untuk maju melalui pendidikan tinggi terus tumbuh. Tentu ini menjadi kabar baik bagi upaya kita menyiapkan talenta unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Menteri Brian. .

Mendiktisaintek mengapresiasi seluruh panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), perguruan tinggi, penyusun soal, teknisi, hingga seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan SNBT tahun ini. Menurutnya, proses seleksi nasional merupakan gerbang harapan generasi muda Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan menyiapkan masa depan yang lebih baik.

Umumkan Calon Penerima KIP Kuliah

Kemdiktisaintek juga menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Pada jalur SNBT 2026, jumlah peserta dari pendaftar KIP Kuliah mencapai 251.991 peserta, dengan total penerima sebanyak 86.118 peserta atau sekitar 33,59% dari total peserta yang diterima.

Menteri Brian menjelaskan bahwa penyaluran KIP Kuliah tahun ini mengacu pada arahan Presiden Republik Indonesia melalui Instruksi Presiden terkait penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga bantuan pendidikan lebih tepat sasaran dan menyasar kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Selain peningkatan akses dan animo peserta, Kemdiktisaintek juga menyoroti penguatan sistem pengawasan dan pencegahan kecurangan selama pelaksanaan UTBK-SNBT 2026. Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok menyampaikan bahwa berbagai langkah pengamanan dilakukan, mulai dari penggunaan metal detector, face recognition, pendeteksian anomali jawaban menggunakan kecerdasan buatan (AI), hingga pengacakan jadwal dan lokasi ujian.

Menteri Brian menegaskan bahwa integritas menjadi fondasi utama dalam proses seleksi nasional. Menurutnya, pendidikan tidak boleh dibangun melalui praktik yang melanggar aturan dan nilai kejujuran.

“Pendidikan adalah proses menyiapkan masa depan. Karena itu, kami tidak akan menoleransi sekecil apa pun bentuk pelanggaran integritas dalam proses seleksi nasional ini,” tegas Menteri Brian.

Melalui pelaksanaan SNBT 2026, Kemdiktisaintek terus berkomitmen menghadirkan sistem seleksi pendidikan tinggi yang inklusif, kredibel, dan berkeadilan, sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi seluruh anak bangsa.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!