29.1 C
Jakarta

Cetak Muballighat Berkemajuan, ‘Aisyiyah Bali Perkuat Dakwah Perempuan di Tengah Kemajemukan

Baca Juga:

DENPASAR, MENARA62.COM. Komitmen untuk menghadirkan dakwah Islam yang mencerahkan terus diperkuat oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Bali melalui Pelatihan Muballighat ‘Aisyiyah Tingkat Wilayah yang berlangsung pada 31 Mei–1 Juni 2026 di Hotel Grand Santhi, Denpasar. Sebanyak 64 peserta yang berasal dari Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah se-Bali mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari proses penguatan kader dakwah perempuan yang berkelanjutan.

Pelatihan tersebut menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan muballighat yang mampu menjawab dinamika masyarakat modern, khususnya di Bali yang dikenal dengan kehidupan sosial dan budaya yang beragam. Di tengah kebutuhan akan dakwah yang menyejukkan dan inklusif, peran muballighat dinilai semakin penting dalam menyampaikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Bali, Ir. Hj. Sari Prasetya Angkasa, menegaskan bahwa dakwah perempuan memiliki posisi yang sangat penting dalam gerakan ‘Aisyiyah. Menurutnya, seorang muballighat tidak cukup hanya menguasai materi keagamaan, tetapi juga harus mampu memahami realitas sosial yang dihadapi masyarakat.

Ia menekankan bahwa dakwah di Bali membutuhkan pendekatan yang arif dan penuh hikmah. Muballighat dituntut mampu membangun komunikasi yang baik, menghadirkan pesan-pesan Islam secara kontekstual, serta menjaga harmoni di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

“Dakwah harus mampu menjadi jalan hadirnya solusi, menghadirkan kesejukan, serta memperkuat nilai-nilai persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta menjadikan pelatihan ini sebagai sarana meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat komitmen untuk menjadi kader dakwah perempuan yang cerdas, tangguh, dan berkemajuan.

Dukungan terhadap upaya kaderisasi muballighat juga disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., MM. Ia memberikan apresiasi atas konsistensi ‘Aisyiyah dalam menyiapkan kader-kader perempuan yang berperan aktif dalam pembinaan umat.

Menurutnya, muballighat memiliki kontribusi besar dalam memperkuat moderasi beragama dan menjaga keharmonisan sosial. Pendekatan dakwah perempuan yang persuasif dan humanis dinilai efektif dalam membangun ketahanan keluarga serta membimbing masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu agama, tetapi juga kemampuan berkomunikasi serta kepekaan terhadap kondisi sosial masyarakat yang terus berkembang.

Sementara itu, pelatihan secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali, Drs. H. Jawas Sokan. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa kaderisasi muballighat merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan dakwah Persyarikatan.

Menurutnya, tantangan dakwah pada era saat ini menuntut hadirnya muballighat yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki integritas, akhlak yang kuat, dan kemampuan menyampaikan pesan Islam secara bijaksana.

“Muballighat harus menjadi agen pencerahan yang mampu menghadirkan dakwah yang santun, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Melalui pelatihan ini, ‘Aisyiyah Bali kembali menegaskan perannya dalam membangun kekuatan dakwah perempuan yang berkemajuan. Diharapkan lahir generasi muballighat yang siap mengabdi di tengah masyarakat, menyebarkan nilai-nilai Islam yang mencerahkan, serta berkontribusi dalam menciptakan kehidupan yang harmonis dan berkeadaban.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!