27.1 C
Jakarta

Green Qurban Muhammadiyah Gaungkan Ibadah Ramah Lingkungan

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Penggunaan konsep qurban ramah lingkungan terus digaungkan Muhammadiyah. Melalui program Green Qurban 1447 H, Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Program Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggelar gerakan nasional bertajuk “Qurban Berkah, Lingkungan Lestari” di lima provinsi pada momentum Iduladha 1447 Hijriah.

 

Program yang berlangsung pada 28–30 Mei 2026 atau bertepatan dengan 11–13 Dzulhijjah 1447 H tersebut dilaksanakan di Depok (Jawa Barat), Jambi, Palu (Sulawesi Tengah), Sumatera Barat, dan Lebak (Banten). Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur Persyarikatan Muhammadiyah di tingkat daerah sebagai bagian dari upaya mengintegrasikan nilai ibadah qurban dengan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan.

 

Di Depok, kegiatan digelar bersama PCM Limo-Cinere. Sementara di Sumatera Barat dipusatkan di Pesantren Hizbul Wathan Muhammadiyah Saniangbaka. Adapun di Sulawesi Tengah bekerja sama dengan PRM Tanamodindi, di Jambi bersama Muhammadiyah Boarding School Sungai Gelam, serta di Banten bersama Muhammadiyah Leuwidamar.

 

Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah menegaskan bahwa Green Qurban merupakan bentuk implementasi ajaran Islam yang menempatkan hubungan manusia dengan Allah SWT, sesama manusia, dan alam dalam satu kesatuan yang harmonis.

 

“Qurban adalah ibadah yang sarat dengan nilai ketakwaan dan kepedulian sosial. Namun pada saat yang sama, pelaksanaannya juga harus memperhatikan aspek lingkungan. Green Qurban Berkemajuan hadir sebagai bentuk ikhtiar untuk memastikan bahwa keberkahan qurban juga dirasakan oleh alam,” ujarnya.

 

Terapkan Prinsip Ramah Lingkungan

 

Berbeda dengan pelaksanaan qurban pada umumnya, Green Qurban Berkemajuan menerapkan sejumlah prinsip yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

 

Pertama, proses penyembelihan dilakukan dengan memperhatikan kesejahteraan hewan atau animal welfare. Hewan qurban dipastikan berada dalam kondisi nyaman dan tidak mengalami stres berlebihan sebelum disembelih sesuai tuntunan syariat Islam.

 

Kedua, limbah organik hasil penyembelihan seperti darah dan kotoran hewan tidak dibuang sembarangan. Seluruh limbah dikelola melalui proses penguburan yang memenuhi standar kesehatan dan lingkungan sehingga tidak mencemari tanah maupun sumber air.

 

Ketiga, distribusi daging qurban menggunakan kemasan yang lebih ramah lingkungan guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang selama ini menjadi salah satu sumber sampah saat Iduladha.

 

Keempat, setiap lokasi pelaksanaan Green Qurban juga disertai kegiatan penanaman pohon sebagai simbol komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan. Penanaman pohon tersebut menjadi bentuk kompensasi ekologis atas pemanfaatan sumber daya alam dalam proses peternakan dan penyembelihan hewan qurban.

 

Selain penyembelihan dan distribusi daging, kegiatan ini juga diisi edukasi mengenai pengelolaan limbah qurban, pengurangan sampah plastik, serta pentingnya konservasi lingkungan.

 

Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Djihadul Mubarok, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan implementasi konsep ecological justice atau keadilan ekologis yang terus didorong Muhammadiyah.

 

“Menanam pohon setelah pelaksanaan qurban merupakan pesan bahwa manusia tidak hanya mengambil manfaat dari alam, tetapi juga memiliki kewajiban untuk mengembalikan manfaat kepada alam. Inilah bentuk nyata dari tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi,” katanya saat kegiatan Green Qurban di Depok.

 

Dapat Sambutan Positif Masyarakat

 

Program Green Qurban 1447 H mendapat respons positif dari masyarakat di berbagai daerah. Banyak warga menilai program tersebut memberikan perspektif baru bahwa ibadah qurban tidak hanya memiliki dimensi spiritual dan sosial, tetapi juga dimensi ekologis.

 

Ketua PCM Limo-Cinere, Giman Muslih Amrulloh, mengaku masyarakat memperoleh pemahaman baru terkait pentingnya pengelolaan limbah qurban dan penggunaan kemasan ramah lingkungan.

 

“Selama ini masyarakat lebih fokus pada penyembelihan dan pembagian daging. Melalui program ini kami mendapat pemahaman bahwa ada aspek lingkungan yang juga harus diperhatikan,” ujarnya.

 

Antusiasme serupa disampaikan Kepala SMK Muhammadiyah Leuwidamar, Haryadi. Menurutnya, Green Qurban menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari nilai ibadah.

 

Di Sumatera Barat, warga Muhammadiyah, Yefrimon, menyampaikan apresiasi atas dukungan Program Kemaslahatan BPKH dan Muhammadiyah yang telah menyalurkan manfaat program hingga ke daerah.

 

Sementara itu, Ketua MLH PWM Sulawesi Tengah, Zulandri, berharap Green Qurban dapat berkembang menjadi gerakan nasional yang mengubah pola pelaksanaan qurban menjadi lebih bersih, sehat, sesuai syariat, dan ramah lingkungan.

 

BPKH Dukung Green Qurban sebagai Bagian Green Hajj

 

Dukungan terhadap program ini juga datang dari BPKH. Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, menilai Green Qurban menjadi bagian penting dari kampanye Green Hajj yang menghubungkan nilai-nilai ibadah haji dengan aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.

 

Menurutnya, program tersebut tidak hanya menghadirkan manfaat sosial melalui ibadah qurban, tetapi juga memperkuat literasi keuangan haji dan menunjukkan bahwa nilai manfaat pengelolaan dana haji dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui program yang edukatif, inklusif, dan berwawasan lingkungan.

 

Harry berharap kolaborasi antara BPKH dan Muhammadiyah terus diperkuat guna menghadirkan berbagai program kemaslahatan yang berdampak luas serta mendukung gerakan Green Hajj sebagai kontribusi umat Islam Indonesia bagi dunia.

 

Melalui Green Qurban 1447 H, Muhammadiyah ingin menegaskan bahwa nilai-nilai Islam dan pelestarian lingkungan berjalan seiring dalam mewujudkan kehidupan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan membawa kemaslahatan bagi seluruh makhluk.

 

Tema “Qurban Berkah, Lingkungan Lestari” pun menjadi pesan bahwa setiap ibadah qurban tidak hanya memperkuat ketakwaan dan solidaritas sosial, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi bumi yang menjadi amanah Allah SWT untuk generasi mendatang. ( DJIHADUL MUBAROK)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!