32.4 C
Jakarta

Dewan Kehormatan IKAL Lemhannas RI Serukan Pengurus Baru Perkuat Keteladanan Bangsa

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Lemhannas RI masa bakti 2026–2031 resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB Ace Hasan Syadzily, M.Si., dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Bendera Pataka IKAL Lemhannas RI diserahkan kepada Prof. Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D. yang resmi menjabat sebagai Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas RI periode 2026–2031. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang digelar untuk menyelesaikan berbagai dinamika organisasi. Proses tersebut akhirnya dapat dilalui dengan baik demi menjaga kehormatan dan marwah organisasi.

Acara pelantikan turut dihadiri jajaran Dewan Kehormatan IKAL Lemhannas RI, antara lain mantan Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Wiranto, mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo, serta Buya Dr. H. Amirsyah Tambunan, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kehadiran para alumni Lemhannas yang kini mengemban berbagai amanah strategis di tingkat nasional menunjukkan bahwa IKAL Lemhannas bukan sekadar wadah silaturahmi alumni. Lebih dari itu, organisasi ini memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan, kehormatan almamater, serta memperkuat kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Dalam pandangannya, Amirsyah Tambunan yang merupakan Alumni PPSA XVII Lemhannas RI Tahun 2011 menyampaikan sejumlah harapan kepada kepengurusan baru.

Pertama, alumni Lemhannas yang berhimpun dalam IKAL Lemhannas RI diharapkan mampu memberikan kontribusi pemikiran strategis sekaligus penguatan mental dan spiritual bagi seluruh komponen bangsa.

Kedua, menjaga kehormatan dan martabat bangsa melalui kerja-kerja nyata sesuai tugas dan fungsi masing-masing di berbagai lembaga dan organisasi tempat para alumni mengabdi.

Ketiga, memberikan contoh dan keteladanan di tengah kondisi bangsa yang sedang menghadapi krisis figur teladan dalam berbagai aspek kehidupan.

Keempat, para alumni yang saat ini menduduki posisi strategis di lingkungan eksekutif, legislatif, yudikatif, maupun sektor lainnya diharapkan mampu mengoptimalkan peran kepemimpinan untuk menjawab berbagai tantangan kebangsaan serta berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kelima, di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, alumni Lemhannas diharapkan dapat terus memberikan masukan, kritik konstruktif, serta solusi bagi pembangunan nasional yang berkeadilan dan bermartabat.

“Alumni Lemhannas harus menjadi teladan dalam integritas, pengabdian, dan kepemimpinan kebangsaan. Keteladanan adalah modal penting untuk menjaga persatuan dan memperkuat ketahanan nasional,” ujar Amirsyah.

Sementara itu, Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas RI, Purnomo Yusgiantoro, menegaskan bahwa penguatan internal organisasi menjadi prioritas utama pada masa awal kepengurusan. Dengan jumlah pengurus yang mencapai sekitar 60 orang, konsolidasi dinilai penting agar organisasi dapat berjalan secara efektif, solid, dan produktif.

Di sisi lain, Ketua Bidang Informasi DPP IKAL Lemhannas RI, Marcellus Hakeng Jayawibawa, menilai pelantikan kepengurusan baru ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat kontribusi alumni Lemhannas dalam mendukung pembangunan nasional dan memperkokoh ketahanan bangsa di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang memiliki visi kebangsaan yang kuat agar arah pembangunan tetap berpihak pada kepentingan rakyat dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Lemhannas bukan sekadar lembaga pendidikan kader bangsa, tetapi juga tempat lahirnya cara pandang strategis yang menanamkan nilai-nilai Pancasila, persatuan nasional, dan ketahanan nasional sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Dengan pelantikan kepengurusan baru ini, IKAL Lemhannas RI diharapkan semakin berperan sebagai mitra strategis bangsa dalam menjaga persatuan, memperkuat ketahanan nasional, serta melahirkan berbagai gagasan konstruktif untuk Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!