SOLO, MENARA62.COM – Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menerima kunjungan studi banding dari Program Studi Teknik Industri Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS, Rabu (3/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman akademik sekaligus memperkuat peluang kerja sama kedua perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Kaprodi Teknik Industri dan Manajemen Program Magister Teknik Industri UMS, Muchlison Anis, S.T., M.T., memperkenalkan Program Magister Teknik Industri dan Manajemen (TIM) yang baru dibuka UMS. Ia mengajak mahasiswa UNIPMA untuk melanjutkan studi ke jenjang magister di UMS usai menyelesaikan pendidikan sarjana.
“Alhamdulillah, Teknik Industri UMS telah membuka Program Studi Teknik Industri dan Manajemen. Kedatangan teman-teman hari ini merupakan langkah pertama untuk menjadi keluarga besar UMS,” ujar dosen yang akrab disapa Anis itu.
Anis menjelaskan pendaftaran mahasiswa baru Program Magister TIM dibuka sejak 7 Februari hingga 29 Agustus 2026. Namun, calon mahasiswa yang ingin memperoleh beasiswa perlu mendaftar paling lambat pada akhir Juni karena proses pengajuan beasiswa hanya dibuka hingga periode tersebut.
Selain itu, Anis memaparkan empat konsentrasi yang ditawarkan, yakni Ergonomi Sistem Kerja dan Desain Produk, Sistem Manufaktur, Optimisasi dan Logistik, serta Sistem Bisnis dan Industri. Menurutnya, konsentrasi tersebut dapat menjadi pilihan bagi lulusan Teknik Industri yang ingin memperdalam bidang keilmuan sesuai minat dan tema penelitian yang telah digeluti selama studi sarjana.
Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Industri UNIPMA, Aloysius Tommy Hendrawan, S.T., M.T., menyampaikan kunjungan UNIPMA ke UMS bertujuan untuk melakukan benchmarking sekaligus memperluas jejaring kolaborasi akademik.
“Kedatangan kami ke sini dalam rangka studi banding atau benchmarking. Kami ingin memperbanyak kerja sama di antara fakultas dan juga program studi teknik industri, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Tommy.
Ia menambahkan, UMS dipilih sebagai tujuan studi banding karena memiliki reputasi yang baik serta telah meraih akreditasi unggul. Melalui kerja sama tersebut, UNIPMA berharap dapat memperoleh pendampingan dan berbagi praktik baik dalam pengembangan program studi maupun persiapan reakreditasi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan berbagi pengalaman antara dosen serta mahasiswa kedua kampus. Pada sesi penutup, pengurus Keluarga Mahasiswa Teknik Industri (KMTI) UMS dan KMTI UNIPMA menggelar sharing session organisasi, mulai dari memperkenalkan struktur bidang organisasi hingga program kerja periode yang sedang berjalan. (*)

