SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat peran pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan Pengembangan Persyarikatan Kemuhammadiyahan (PKL-PP) di Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Ngreden, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten.
Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya melakukan observasi dan pemetaan kondisi masyarakat, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan edukasi kesehatan, pendidikan anak, hingga pembinaan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pengurus PRA Ngreden yang dilaksanakan di kediaman Ketua PRA Ngreden, Hj. Sayekti, pada 1 Mei 2026. Pertemuan tersebut membahas program kerja, jadwal kegiatan, serta bentuk pendampingan yang akan dilakukan selama pelaksanaan PKL-PP.
Koordinasi awal tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat memberikan manfaat secara optimal.
Dalam bidang pendidikan, mahasiswa Kelompok J410K terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran di Bustanul Athfal (BA) ‘Aisyiyah Ngreden 2. Berbagai metode pembelajaran interaktif diterapkan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai kesehatan dan pengembangan keterampilan dasar.
Kegiatan yang diberikan meliputi praktik mencuci tangan yang benar, pengenalan area privasi tubuh, permainan edukatif, hingga penyusunan huruf nama. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa berupaya menanamkan kesadaran hidup sehat sekaligus meningkatkan kreativitas dan kemampuan motorik anak sejak usia dini.
Salah satu mahasiswa peserta PKL-PP, Salsabila Nafisah, mengatakan bahwa pengalaman berinteraksi langsung dengan anak-anak memberikan pelajaran berharga dalam menyampaikan edukasi kesehatan secara menarik dan mudah dipahami.
“Kami berharap anak-anak dapat lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan sejak dini melalui kegiatan belajar yang interaktif dan menyenangkan,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Selain mengajar di BA, mahasiswa juga aktif mendampingi kegiatan belajar di TPA Masjid Agung setiap sore. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membantu menyimak bacaan Iqra’ dan Al-Qur’an para santri serta memberikan materi tentang Sifat Wajib Nabi dan Rasul serta Rukun Iman.
Agar proses belajar lebih menarik, mahasiswa memanfaatkan media permainan puzzle dan kegiatan mewarnai. Pendekatan tersebut membuat suasana pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan bagi anak-anak.
Kontribusi mahasiswa juga terlihat dalam kegiatan kesehatan masyarakat. Saat menghadiri pertemuan rutin PRA Ngreden, mereka memberikan penyuluhan mengenai hipertensi kepada para anggota ‘Aisyiyah.
Materi yang disampaikan mencakup faktor risiko, gejala, cara pencegahan, serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat untuk mengurangi risiko penyakit tidak menular. Kegiatan edukasi tersebut dilengkapi dengan senam hipertensi bersama sebagai praktik langsung menjaga kebugaran tubuh.
Ketua PRA Ngreden, Hj. Sayekti, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa UMS dalam berbagai kegiatan masyarakat selama program berlangsung.
“Kehadiran mahasiswa sangat membantu, terutama dalam memberikan edukasi kesehatan dan mendampingi kegiatan belajar anak-anak. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Program PKL-PP kemudian ditutup dengan kegiatan silaturahmi bersama pengurus PRA Ngreden sebagai bentuk penghargaan atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin selama pelaksanaan kegiatan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai peran Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput. Sementara bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa menjadi kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan, pendidikan anak, dan penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan setempat.
Program ini sekaligus menegaskan komitmen UMS dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan memberdayakan masyarakat melalui ilmu pengetahuan yang dimiliki. (*)

