32.9 C
Jakarta

UMS Perkuat Manajemen Masjid Demi Pemberdayaan Ekonomi Umat

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Tim Pemberdayaan Ekonomi Masjid (TPEM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mendorong penguatan manajemen masjid agar mampu bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Masjid bertema “Penguatan Manajemen Masjid untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat” yang digelar di Ruang Pertemuan Pesantren Mahasiswa (PESMA) UMS, Ahad (26/7/2026).

 

Kegiatan ini diikuti para pengelola masjid dari berbagai daerah dan menghadirkan sejumlah akademisi UMS yang membahas strategi pengembangan ekonomi masjid, mulai dari inovasi kewirausahaan, arsitektur ekonomi masjid, hingga optimalisasi zakat, infak, sedekah (ZIS), serta wakaf produktif.

 

Pada sesi pertama, Prof. Dr. Dra. Christina Whidya Utami, M.M., CLC., CPM. menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis sebagai pusat peradaban yang mampu mendorong lahirnya kesejahteraan masyarakat.

 

“Masjid adalah pusat peradaban. Ketika masjid mampu melahirkan sosial entrepreneur, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat dan jamaah,” ujarnya.

 

Menurut Christina, gerakan filantropi masjid perlu dikembangkan secara komprehensif, mencakup penguatan aspek ekonomi, kelembagaan, hingga nilai-nilai teologi. Ia menilai konsep masjid preneur menjadi salah satu kunci agar masjid mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Materi berikutnya disampaikan Imronudin, S.E., M.Si., Ph.D. melalui tema “Cetak Biru Arsitektur Ekonomi Masjid”. Ia memperkenalkan konsep masjid paripurna, yakni masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial dan ekonomi umat.

 

“Masjid paripurna bukan hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat melalui aktivitas muamalah,” jelasnya.

 

Imronudin juga menekankan pentingnya peningkatan literasi ekonomi syariah di tengah masyarakat. Menurutnya, pemahaman ekonomi syariah tidak cukup sebatas mengenal lembaga keuangan syariah, tetapi juga memahami prinsip-prinsip ekonomi Islam dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sementara itu, Imron Rosyadi, S.E., M.Si. membawakan materi mengenai Peran Literasi Digital dan Optimalisasi ZIS serta Wakaf Produktif dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat. Ia menyoroti pentingnya tata kelola zakat yang profesional sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.

 

“Pengelolaan zakat harus maksimal karena dengan itulah masjid bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

 

Ia juga mengajak generasi muda, khususnya remaja masjid, untuk tertarik menekuni profesi sebagai amil zakat.

 

“Amil zakat harus menjadi pekerjaan yang menarik bagi pemuda karena itulah pendapatan yang suci sekaligus mensucikan,” tambahnya.

 

Menutup kegiatan, Prof. Kussudyarsana, S.E., M.Si., Ph.D. mengapresiasi antusiasme para peserta yang datang dari berbagai daerah. Ia berharap seluruh materi yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam program nyata di masjid masing-masing.

 

“Semoga kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat. Bapak dan Ibu sudah datang dari berbagai daerah, tentu akan sangat disayangkan jika ilmu yang diperoleh tidak diterapkan,” ujarnya.

 

Sebagai tindak lanjut, panitia membentuk grup WhatsApp untuk memperkuat komunikasi, berbagi pengalaman, dan membangun kolaborasi antarpengelola masjid dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi.

 

Melalui pelatihan ini, TPEM UMS berharap masjid semakin mampu menjalankan peran strategisnya, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi umat yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!