26.6 C
Jakarta

SUMU Bogor Dorong UMKM Sehat Lewat Literasi Arus Kas

Baca Juga:

BOGOR, MENARA62.COM – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Bogor Raya mengajak pelaku usaha mengubah cara pandang dalam mengelola bisnis. Keberhasilan usaha, menurut mereka, tidak cukup diukur dari besarnya omzet atau laba, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan arus kas yang sehat dan berkelanjutan.

 

Pesan tersebut mengemuka dalam Kopdar SUMU Bogor Raya yang digelar sepekan lalu di PT Mudalaya Energy Indonesia, Kabupaten Bogor. Mengusung tema “Strategi Saudagar Lokal Naik Kelas & Berdaya Finansial”, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus konsolidasi bagi pelaku UMKM untuk memperkuat fondasi bisnis di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis.

 

Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta membahas persoalan yang kerap dihadapi pelaku usaha, yakni kondisi ketika bisnis tampak mencetak keuntungan, tetapi mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan kas untuk operasional sehari-hari.

 

Praktisi keuangan Ahmad Eka Prasetya menjelaskan bahwa salah satu kekeliruan yang sering terjadi adalah menganggap pertumbuhan penjualan dan laba sebagai indikator utama kesehatan bisnis.

 

Menurutnya, laporan laba rugi tidak selalu menggambarkan kondisi keuangan yang sesungguhnya. Sebuah perusahaan dapat mencatat keuntungan, tetapi tetap mengalami masalah likuiditas akibat piutang yang belum tertagih, pengeluaran yang tidak terkendali, atau ekspansi usaha yang terlalu agresif.

 

Dalam pemaparannya, Ahmad mengajak peserta memahami pentingnya pengelolaan Operating Cash Flow (OCF) sebagai indikator kesehatan operasional usaha, Investing Cash Flow (ICF) untuk mengukur aktivitas investasi dan ekspansi, serta Free Cash Flow (FCF) yang menunjukkan kemampuan bisnis menghasilkan kas bersih untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

 

Ia menekankan bahwa bisnis yang benar-benar sehat adalah bisnis yang mampu menghasilkan arus kas secara konsisten, bukan sekadar mencatat keuntungan di atas kertas.

 

Selain literasi arus kas, forum juga membahas pentingnya pengelolaan keuangan berbasis syariah. Direktur Utama BPRS Amanah Ummah, H. Hendi Sofyan, BBA., mengajak para pelaku usaha melakukan “hijrah finansial” dengan memanfaatkan layanan perbankan syariah.

 

Menurutnya, sistem keuangan syariah menawarkan prinsip keadilan, transparansi, dan kemitraan melalui skema pembiayaan berbasis bagi hasil. Pendekatan tersebut dinilai mampu mendukung pertumbuhan usaha tanpa membebani likuiditas pelaku UMKM.

 

Tak hanya menghadirkan materi, Kopdar SUMU Bogor Raya juga menjadi momentum soft launching produk kopi komunitas bertajuk KOPIMU. Produk ini hadir sebagai simbol semangat kolektif membangun kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ekosistem usaha anggota SUMU.

 

Mengusung slogan “Kopi Berkualitas, Menggerakkan Kebaikan”, KOPIMU menawarkan beragam kopi nusantara, mulai dari Robusta Wangun Bogor, Arabica Gayo, Kopimu Blend, hingga Arabica Kintamani Lactic Fermentation. Selain kopi biji dan bubuk, tersedia pula produk siap minum seperti Kopi Susu Gula Aren, Cappuccino, Mocha, dan Kopi Hitam Robusta Wangun yang menyasar pasar masyarakat urban.

 

Peluncuran KOPIMU menjadi bukti bahwa kolaborasi komunitas pengusaha tidak berhenti pada diskusi dan berbagi pengetahuan, tetapi juga menghasilkan produk nyata yang memiliki nilai ekonomi sekaligus dampak sosial. Kehadiran produk tersebut diharapkan mampu memperkuat usaha anggota SUMU, membuka peluang pasar bagi petani kopi lokal, serta meningkatkan daya saing UMKM.

 

Melalui penguatan literasi finansial, penerapan sistem keuangan yang sehat, dan inovasi produk berbasis kolaborasi, SUMU Bogor Raya berharap semakin banyak saudagar lokal mampu naik kelas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang tangguh, berkelanjutan, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. (Roby Kurniawan)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!