32.9 C
Jakarta

UMS Kembangkan Budidaya Jamur Merang Dukung Ketahanan Pangan

Baca Juga:

SRAGEN, MENARA62.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan budidaya jamur merang sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek 2026 ini dilaksanakan di Kelompok Tani SINERGI, Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen.

 

Kegiatan dipimpin Ir. Dedi Ary Prasetyo, S.T., M.Eng. bersama tim multidisiplin dari UMS. Program berlangsung selama empat bulan, mulai dari sosialisasi, pembangunan kumbung jamur, proses pengomposan media tanam, hingga penebaran bibit jamur merang.

 

Ketua Tim Pengabdian, Dedi Ary Prasetyo, menjelaskan bahwa budidaya jamur merang dipilih sebagai bentuk diversifikasi usaha kelompok tani yang selama ini telah mengembangkan sayuran hidroponik, jamur tiram, dan jamur kuping.

 

“Pengembangan jamur merang diharapkan menjadi alternatif usaha yang mampu meningkatkan ketahanan pangan sekaligus menambah sumber pendapatan masyarakat,” ujarnya.

 

Program ini melibatkan dosen, mahasiswa, serta anggota Kelompok Tani SINERGI yang diketuai Drs. H. Emantho. Tim pengabdian juga diperkuat Pramudya Kurnia, S.TP., M.Agr., ahli teknologi pangan dan gizi, serta Farid Adi Prasetyo, S.Hum., M.Hum., M.M., yang memberikan pendampingan di bidang manajemen usaha dan pemasaran.

 

Selain itu, dua mahasiswa UMS turut mendampingi seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perancangan sistem budidaya jamur merang berbasis Internet of Things (IoT), pengelolaan usaha, hingga strategi pemasaran. Pendampingan teknis juga melibatkan praktisi budidaya jamur, Syariq Ancala Igo Pasha.

 

Menurut tim pengabdian, potensi pengembangan jamur merang di Sragen masih sangat besar karena jumlah petaninya relatif sedikit. Kondisi tersebut membuka peluang pasar yang menjanjikan sekaligus mendukung penguatan sektor pangan berbasis potensi lokal.

 

Budidaya jamur merang dinilai memiliki sejumlah keunggulan. Selain menghasilkan pangan bergizi dengan kandungan protein nabati yang baik, komoditas ini juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena memanfaatkan limbah pertanian berupa jerami padi sebagai media tanam.

 

Pemanfaatan jerami tidak hanya meningkatkan nilai tambah limbah pertanian, tetapi juga membantu mengurangi praktik pembakaran jerami yang berpotensi mencemari lingkungan.

 

Dari sisi ekonomi, budidaya jamur merang menawarkan masa panen yang relatif singkat sehingga perputaran modal menjadi lebih cepat. Sementara dari aspek sosial, usaha ini dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong tumbuhnya wirausaha di kawasan pedesaan.

 

Permintaan pasar terhadap jamur merang juga terus meningkat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan sehat. Selain dipasarkan dalam bentuk segar untuk kebutuhan rumah tangga, restoran, hotel, dan pasar modern, jamur merang juga memiliki peluang dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah, seperti jamur kering, keripik jamur, hingga makanan siap saji.

 

Agar usaha berjalan berkelanjutan, tim pengabdian turut memberikan pendampingan mengenai tata kelola budidaya, mulai dari penyediaan media tanam berkualitas, pengaturan suhu dan kelembapan kumbung, penggunaan bibit unggul, hingga sanitasi untuk mencegah serangan hama dan penyakit.

 

Pendampingan juga mencakup manajemen pascapanen, pengemasan, pemasaran, dan pencatatan keuangan agar usaha yang dijalankan mampu menghasilkan produk berkualitas, berdaya saing, dan memberikan keuntungan secara berkelanjutan.

 

Melalui program ini, UMS berharap budidaya jamur merang dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong tumbuhnya agribisnis berkelanjutan di Kabupaten Sragen. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!