SOLO, MENARA62.COM – Dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Penguatan Ekonomi Hijau Kelompok Wanita Tani Kopen SAE melalui Inovasi Produksi dan Pemasaran Sayur Hidroponik di Desa Ngadirejo, Kartasura.” Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan penguatan ketahanan pangan keluarga.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi pertanian sederhana.
Kegiatan pengabdian mendapatkan dana dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026 dengan nomor kontrak 005/LL6/AL.04.03/PM/2026; 251.7/DRPPS/A3.9/IV/2026.
Dr. Masduki, S.Si., M.Si., dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS yang juga sebagai penggagas program pengabdian menjelaskan bahwa budidaya hidroponik dipilih karena metode ini dinilai cocok diterapkan di lingkungan permukiman yang memiliki keterbatasan lahan. Dengan memanfaatkan media tanam tanpa tanah dan penggunaan nutrisi yang terkontrol, hidroponik mampu menghasilkan sayuran yang sehat, higienis, dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.
“Sistem hidroponik relatif mudah diterapkan oleh masyarakat, termasuk ibu rumah tangga yang ingin memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif,” jelasnya, Selasa (9/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, peserta kegiatan mendapatkan materi mengenai konsep dasar hidroponik, jenis-jenis sistem hidroponik, teknik penyemaian benih, pengelolaan nutrisi, hingga perawatan tanaman sampai masa panen. Tim dosen dan mahasiswa UMS memberikan pendampingan secara langsung melalui praktik lapangan sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan budidaya dengan lebih baik. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi maupun praktik yang berlangsung selama kegiatan.
Selanjutnya, ketua tim pengabdian UMS menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong penguatan kelembagaan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai wadah pemberdayaan perempuan di tingkat desa.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami harap anggota KWT dapat mengembangkan usaha budidaya sayuran hidroponik secara berkelanjutan, baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga maupun sebagai sumber tambahan pendapatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, budidaya hidroponik, menurutnya, juga memiliki manfaat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan sehat dan ramah lingkungan.
“Dengan menanam sendiri berbagai jenis sayuran, masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap bahan pangan segar dan bergizi,” tambahnya. (*)
