SOLO, MENARA62.COM – SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta menggelar kegiatan Parenting dan Akhirussanah bagi siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026 di Hotel Sarila Jayengan, Selasa (9/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan itu menjadi momentum pelepasan 53 siswa yang telah menuntaskan pendidikan dasar sekaligus penguatan peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Acara parenting menghadirkan Direktur Sekolah Vokasi UMS, Prof. Dr. Ir. Suranto, S.T., M.M., M.Si., yang memberikan pembekalan kepada para orang tua mengenai pentingnya sinergi keluarga dan sekolah dalam membentuk karakter serta kesiapan anak menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
Kepala SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta, Gatot Suherman, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SD Muhammadiyah 24.
“Atas nama keluarga besar SD Muhammadiyah 24, kami menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendidikan terdapat kekurangan dan kekhilafan. Terima kasih atas kerja sama dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami,” ujarnya.
Gatot menegaskan bahwa Akhirussanah bukanlah akhir dari perjalanan belajar siswa, melainkan awal untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Karena itu, ia berpesan agar para siswa terus belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik almamater, serta menghormati orang tua dan guru di mana pun berada.
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik semata. Proses belajar, pembentukan karakter, akhlak mulia, dan ketekunan dalam meraih cita-cita memiliki peran yang jauh lebih besar dalam menentukan masa depan.
“Nilai ijazah bukan satu-satunya penentu kesuksesan. Yang lebih penting adalah semangat belajar, karakter yang baik, dan kemauan untuk terus berkembang,” tegasnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada siswa yang belum memperoleh hasil akademik maksimal agar tidak berkecil hati. Setiap anak, kata Gatot, memiliki keunikan, kelebihan, dan potensi masing-masing yang dapat menjadi bekal untuk meraih masa depan yang gemilang.
“Jangan pernah minder atau merasa rendah diri. Setiap anak memiliki kelebihan yang berbeda-beda. Yang terpenting adalah terus berusaha dan percaya pada kemampuan diri sendiri,” pesannya.
Selain itu, Gatot mengingatkan para siswa agar menjaga ibadah, khususnya salat lima waktu, serta berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan ketika memasuki jenjang SMP yang memiliki tantangan berbeda dibandingkan saat di sekolah dasar.
Pada kesempatan tersebut, sekolah juga memberikan apresiasi kepada siswa-siswa berprestasi. Untuk kategori nilai kelulusan terbaik kelas 6A diraih oleh Asa Laila Lentera Hatti, Ghaitsa Khanza Allisyah, dan Kevin Al Mu’thasim Billah. Sementara nilai kelulusan terbaik kelas 6B diraih Keisha Amira Tunggadewi, Indri Echa Ramadhan, dan Arsyahel Funky Vielzigan.
Adapun peraih nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) terbaik adalah Lutfi Embun Sujatmiko sebagai peringkat pertama, Maulana Ahmad Nur Danish di posisi kedua, serta Asa Laila Lentera Hatti di peringkat ketiga.
Suasana haru dan bangga mewarnai prosesi Akhirussanah yang menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan dasar bagi 53 siswa. Dengan bekal ilmu, karakter, dan nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan selama belajar di SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta, para siswa diharapkan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta menjadi generasi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat. (*)
