31 C
Jakarta

UMS Dorong Petani Sinergi Kembangkan Jamur Merang IoT

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pertanian berbasis teknologi. Tim Pengabdian kepada Masyarakat UMS menggandeng Kelompok Tani Sinergi dalam pengembangan budidaya jamur merang berbasis Internet of Things (IoT).

 

Kegiatan yang dilaksanakan oleh tim pengabdi UMS, yakni Ir. Dedy Ari Prasetyo, ST., MEng. dan Farid Adi Prasetyo, SSos., MM., MHum., ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas petani melalui transfer pengetahuan, inovasi teknologi, serta penguatan ketahanan pangan.

 

Program tersebut diawali dengan sosialisasi mengenai teknik budidaya jamur merang, mulai dari pemilihan bahan baku, penggunaan peralatan, pembuatan media tanam, pengelolaan kumbung, pengaturan suhu dan kelembapan, hingga proses panen dan pascapanen.

 

Dalam kegiatan itu, anggota Kelompok Tani Sinergi juga dikenalkan dengan penerapan teknologi IoT untuk memantau kondisi lingkungan budidaya secara real time. Sensor suhu dan kelembapan yang terintegrasi dengan sistem digital memungkinkan petani melakukan pengawasan kumbung secara lebih akurat.

 

Dengan teknologi tersebut, kondisi ideal pertumbuhan jamur dapat lebih mudah dikendalikan sehingga produktivitas meningkat dan risiko kegagalan panen dapat ditekan.

 

Ketua Kelompok Tani Sinergi, Drs. H. Emantho, menyampaikan apresiasinya terhadap program pendampingan UMS tersebut. Menurutnya, kebutuhan jamur merang di wilayahnya cukup tinggi, sementara pelaku budidayanya masih sangat terbatas.

 

“Kami belajar mulai dari aspek teknis budidaya hingga peluang usaha. Jamur merang memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan karena permintaan pasar cukup tinggi,” ujarnya.

 

Selain pembekalan teknis, peserta juga mendapatkan wawasan terkait strategi pemasaran, pengelolaan usaha, perhitungan biaya produksi, hingga pengembangan produk olahan berbasis jamur.

 

Sebagai bagian dari program, tim pengabdian UMS juga melakukan benchmarking dan studi lapangan ke petani jamur merang berpengalaman di wilayah Tulung, Klaten. Dalam kegiatan tersebut, Mas Igo dan Mas Janu menerima rombongan UMS untuk berbagi pengalaman terkait praktik budidaya yang telah berhasil dikembangkan.

 

Melalui kunjungan tersebut, para petani memperoleh gambaran langsung mengenai pengelolaan kumbung, tantangan produksi, solusi teknis, hingga strategi pengembangan usaha jamur merang.

 

Tim pengabdian berharap pengalaman tersebut mampu menjadi inspirasi bagi Kelompok Tani Sinergi untuk mengembangkan budidaya jamur merang secara mandiri, modern, dan berkelanjutan.

 

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM Kemendiktisainstek) tahun 2026. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

 

Melalui sinergi akademisi, DRPPS UMS, dosen, mahasiswa, kelompok tani, serta pelaku usaha pertanian, budidaya jamur merang berbasis IoT diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani, membuka peluang usaha baru, serta mendukung ketahanan pangan masyarakat.

 

Dengan inovasi teknologi dan pendampingan berkelanjutan, jamur merang berpotensi berkembang menjadi komoditas unggulan yang membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!