SOLO, MENARA62.COM – Kebahagiaan menyelimuti prosesi Sumpah Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id ke XXXV yang digelar di Hotel Mercure Solo, Kamis (11/6/2026). Momen tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan baru para dokter gigi muda setelah menuntaskan pendidikan profesi dan berhasil melewati Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi atau UKOMNAS PPDG.
Kebanggaan itu semakin terasa karena seluruh peserta UKOMNAS PPDG FKG UMS pada periode ini berhasil lulus pada kesempatan pertama, baik ujian Computer Based Test (CBT) maupun Objective Structured Clinical Examination (OSCE).
Sebanyak 31 mahasiswa tingkat akhir mengikuti ujian kompetensi setelah memenuhi seluruh persyaratan akademik, klinik, dan administratif. Mereka mencatatkan rata-rata IPK 3,73 dengan masa studi rata-rata 2 tahun 2 bulan. Adapun lulusan terbaik diraih oleh Cecilya Nella Yuppy dengan IPK 3,93 dan masa studi 1 tahun 8 bulan.
Capaian tersebut sekaligus memperpanjang catatan positif FKG UMS yang berhasil mempertahankan kelulusan UKMPPD 100 persen selama lima periode berturut-turut. Sejak berdiri pada 2010, FKG UMS juga telah meluluskan 568 dokter gigi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Di hadapan para dokter gigi yang baru dilantik, Dekan FKG UMS Dr. drg. Noor Hafida Widyastuti, Sp.KG., mengingatkan bahwa sumpah profesi bukanlah garis akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal dari pengabdian kepada masyarakat.
“Semoga hari ini bukan merupakan akhir, tetapi merupakan awal dari perjuangan dari yang sudah kalian tempuh selama masa pendidikan, baik itu S1, profesi, dan itu nanti kalian terapkan di masyarakat ilmu yang sudah didapatkan,” ujarnya.
Menurutnya, para dokter gigi baru perlu terus mengembangkan kapasitas diri melalui pendidikan lanjutan, baik program internship, magister, maupun spesialis. Selain itu, lulusan juga diharapkan tetap menjunjung tinggi karakter dan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama masa studi.
“Dan saya berpesan kepada dokter gigi baru, jangan lupa mengedepankan dari adab, kemudian sopan santun, kemudian juga nilai-nilai Islami yang sudah diajarkan,” tutur Noor Hafida.
Sementara itu, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan bahwa FKG UMS merupakan salah satu fakultas yang terus menunjukkan perkembangan positif. Saat ini, fakultas tersebut tengah menanti proses perizinan Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis serta pembukaan Program Magister Kedokteran Gigi.
Menurut Rektor, kemajuan tersebut sejalan dengan langkah UMS yang terus memperluas jejaring internasional dan meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, kesuksesan seorang dokter gigi tidak hanya ditentukan oleh kompetensi akademik semata.
Di hadapan para dokter gigi baru, Rektor UMS mengingatkan bahwa hubungan antarmanusia menjadi salah satu kunci kesuksesan dalam menjalankan profesi. Kemampuan membangun kepercayaan dan berkomunikasi dengan baik, menurutnya, perlu diiringi dengan pelayanan yang berkualitas, keramahan, serta sikap yang menjunjung nilai-nilai keadaban. Dengan cara itu, para lulusan dapat memiliki karakter dan kekhasan yang membedakan mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berharap setelah disumpah profesi pada hari ini, merupakan langkah penting dalam menuju namanya kompetensi holistik,” harapnya.
Rektor UMS juga mendorong para dokter gigi baru untuk memiliki keunggulan yang membedakan mereka dari tenaga kesehatan lainnya. Menurutnya, diferensiasi tersebut dapat diwujudkan melalui pelayanan yang berkualitas, sikap ramah, serta kemampuan mengedepankan nilai-nilai keadaban dalam berinteraksi dengan pasien.
Di penghujung acara, suasana haru terasa ketika mewakili para dokter gigi baru Cecilya Nella Yuppy menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi perjalanan mereka selama menempuh pendidikan.
Bagi para lulusan, perjalanan selama kurang lebih enam tahun di FKG UMS dan tempat praktik klinik bukan hanya tentang menyelesaikan pendidikan, tetapi juga tentang membangun persahabatan, menghadapi tantangan, dan tumbuh bersama sebagai calon tenaga kesehatan.
“Semua lelah, tangis, tawa yang sudah kita lalui bersama semoga menjadi kenangan yang akan selalu kita kenang,” ungkap dia. (*)
