TULUNGAGUNG, MENARA62.COM — Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung bersama Pecah Telur, Rapiin Organizer, serta sejumlah komunitas kewirausahaan menggelar kegiatan Sinau Bareng: Struktur Organisasi Sesuai Model Bisnis pada Ahad (7/6/2026) di Aula Masjid Al Fattah Tulungagung.
Kegiatan yang menghadirkan praktisi manajemen sumber daya manusia dan tata kelola organisasi, Alfath, tersebut diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai latar belakang usaha, komunitas bisnis, dan organisasi kewirausahaan di Kabupaten Tulungagung.
Turut berkolaborasi dalam kegiatan ini sejumlah organisasi seperti HIPMI Tulungagung dan TDA Tulungagung. Melalui forum tersebut, para pelaku usaha diajak memahami pentingnya membangun struktur organisasi yang tepat agar bisnis mampu berkembang secara sehat dan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Alfath menjelaskan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya bergantung pada kemampuan menjual produk maupun strategi pemasaran. Struktur organisasi, pembagian peran, serta sistem kerja yang jelas menjadi fondasi penting dalam pertumbuhan sebuah usaha.
Ia mengibaratkan struktur organisasi sebagai alat diagnosis untuk mengetahui kondisi kesehatan perusahaan.
“Struktur organisasi ibarat proses diagnosis oleh dokter. Ketika diagnosisnya tepat, akar masalah perusahaan dapat ditemukan sehingga solusi yang diberikan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar Alfath.
Menurutnya, struktur organisasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis dapat memunculkan berbagai persoalan, mulai dari pekerjaan yang tumpang tindih, tanggung jawab yang tidak jelas, hingga lambatnya pengambilan keputusan.
Melalui sesi diskusi dan workshop, peserta mendapatkan kesempatan mengevaluasi struktur organisasi yang selama ini diterapkan dalam bisnis masing-masing. Banyak peserta menemukan bahwa pola kerja yang berjalan belum tentu sesuai dengan fase pertumbuhan usaha yang sedang mereka jalani.
Selain mendapatkan materi, peserta juga melakukan konsultasi langsung dengan narasumber. Forum tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman, bertukar strategi, dan membahas berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha.
Ketua penyelenggara berharap kegiatan Sinau Bareng dapat menjadi langkah awal untuk membangun budaya belajar dan kolaborasi di kalangan pengusaha lokal. Dengan pengelolaan yang lebih profesional, bisnis diharapkan mampu tumbuh lebih kuat dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, SUMU Tulungagung akan menghadirkan program Klinik Bisnis. Program pendampingan tersebut dirancang dalam kelompok kecil agar pelaku usaha dapat melakukan diagnosis lebih mendalam terhadap permasalahan bisnis yang dihadapi.
Melalui Klinik Bisnis, peserta akan mendapatkan pendampingan untuk menemukan akar persoalan, menyusun strategi perbaikan, hingga menerapkan langkah pengembangan usaha secara lebih terukur.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, SUMU Tulungagung terus mendorong lahirnya pelaku usaha yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang secara sehat, profesional, dan berkelanjutan. (*)
