SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menegaskan bahwa keberhasilan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun kebermanfaatan bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., saat memberikan pembekalan kepada peserta KKN Tematik Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) dalam agenda Pengarahan dan Serah Terima Peserta KKN Tematik Tahun 2026, pada Jum’at (12/6) bertempat di Ruang Seminar Dr. H. Syamsudin Lantai 8 Gedung Ahmad Syafi’i Ma’arif Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS.
Sebanyak 630 mahasiswa dari Program Studi Ilmu Keperawatan, Fisioterapi, Kesehatan Masyarakat, dan Ilmu Gizi akan melaksanakan KKN Tematik di enam kecamatan di Kabupaten Sukoharjo selama 15-27 Juni 2026. Mereka akan ditempatkan pada puluhan desa dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah sebagai mitra pelaksanaan pengabdian masyarakat.
Dalam arahannya, Harun memperkenalkan konsep “PT IAM UU” sebagai bekal utama mahasiswa saat terjun ke masyarakat. Konsep tersebut merupakan akronim dari Pengabdian, Transendensi, Ilmu, Amal, Manfaat, dan Urip Urup atau hidup yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Ilmu yang didapat di kampus akan menjadi seperti pohon tanpa buah jika tidak diamalkan. Karena itu ilmu harus didaratkan dan diterapkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Harun di hadapan mahasiswa dan para tamu undangan.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program KKN sangat ditentukan oleh kemampuan mahasiswa beradaptasi, menghormati tokoh masyarakat, serta membangun komunikasi yang santun selama berada di lokasi pengabdian.
“Ketika berada di masyarakat, gunakan pendekatan human relationship. Hormati masyarakat, tokoh-tokoh setempat, dan bangun silaturahmi yang baik. Kemampuan bergaul dan berkolaborasi akan menjadi modal penting bagi masa depan mahasiswa,” pesannya.
Senada dengan itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMS Drs. H. Marpuji Ali, M.Si., meminta mahasiswa menjaga akhlak dan nama baik institusi selama menjalankan KKN. Ia menegaskan bahwa pengalaman lapangan menjadi sarana untuk menyempurnakan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus membentuk karakter calon tenaga kesehatan yang profesional.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sukoharjo H. Djumari, S.Ag., M.Si., mengajak mahasiswa menjadikan KKN sebagai ruang belajar bermasyarakat yang sesungguhnya. Ia berpesan agar mahasiswa menjaga etika, tutur kata, amanah, serta membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat. Dengan bekal ilmu, akhlak, dan semangat pengabdian tersebut, UMS berharap kehadiran mahasiswa mampu meninggalkan manfaat nyata sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat, berdaya, dan berkemajuan. (*)

