BANDUNG, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus memperkuat pembelajaran berbasis praktik melalui kehadiran Mini Teaching Factory Food Industry. Fasilitas baru milik Program Studi Teknologi Pangan tersebut resmi diperkenalkan dalam soft launching pada Jumat (19/6/2026).
Laboratorium produksi ini menjadi langkah strategis UM Bandung dalam mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan praktis, riset, serta inovasi produk pangan yang memiliki nilai akademik dan potensi ekonomi.
Ketua Program Studi Teknologi Pangan UM Bandung Khairiah menjelaskan, Mini Teaching Factory dirancang sebagai pusat pengembangan berbagai produk pangan hasil inovasi sivitas akademika.
“Tempat ini menjadi salah satu laboratorium produksi untuk pengembangan berbagai produk pangan hasil inovasi sivitas akademika,” ujar Khairiah.
Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya menjadi ruang praktik pembelajaran, tetapi juga wadah untuk mengembangkan hasil penelitian dan kreativitas mahasiswa. Berbagai produk yang dihasilkan nantinya akan dikumpulkan dan melalui proses kurasi untuk menentukan inovasi terbaik yang berpotensi menjadi produk unggulan program studi.
“Hasil produk dari para mahasiswa akan kami kumpulkan dan kurasi untuk melihat mana yang berpotensi menjadi produk unggulan,” tambahnya.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UM Bandung Arief Yunan mengapresiasi hadirnya fasilitas tersebut. Ia berharap Mini Teaching Factory mampu menjadi penghubung antara proses pembelajaran di kampus dengan kebutuhan industri pangan.
“Saya berharap laboratorium ini mampu menghasilkan berbagai produk unggulan yang dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan UM Bandung,” katanya.
Sementara itu, Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto menegaskan bahwa keberadaan Mini Teaching Factory merupakan bagian dari komitmen kampus menghadirkan pendidikan yang aplikatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, fasilitas ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus mendapatkan pengalaman langsung dalam proses produksi dan pengembangan produk.
“Ini menjadi langkah penting agar seluruh program studi di UM Bandung dapat mengembangkan teaching company ataupun teaching industry. Dengan demikian, mahasiswa dapat langsung menerapkan ilmunya dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja,” jelas Herry.
Lebih lanjut, Herry menyebut Mini Teaching Factory memiliki peran penting dalam menghubungkan pendidikan, penelitian, inovasi, hingga proses komersialisasi produk.
“Kegiatan pendidikan akan terhubung dengan penelitian, menghasilkan inovasi, kemudian dikomersialisasikan. Hasil dari proses tersebut nantinya akan kembali memperkuat kualitas pendidikan dan melahirkan tema-tema riset yang lebih komprehensif,” paparnya.
Ia berharap fasilitas tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan sehingga mampu melahirkan produk pangan inovatif yang kompetitif serta meningkatkan reputasi UM Bandung di tingkat nasional maupun internasional.
“Kita perlu mengawal perkembangan fasilitas ini secara konsisten agar inovasi yang dihasilkan semakin maju dan mampu meningkatkan reputasi positif kampus,” pungkasnya.
Soft launching Mini Teaching Factory Food Industry berlangsung di area rubanah belakang Gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752. Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UM Bandung, Wakil Rektor II, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Ketua Program Studi Teknologi Pangan, serta sejumlah tamu undangan. (FK)
