SOLO, MENARA62.COM– Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Kota Surakarta menggelar Tabligh Akbar dalam rangka Milad ke-109 ‘Aisyiyah di Aula Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Kota Surakarta, Ahad (5/7/2026). Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat semangat dakwah, meningkatkan kreativitas kader, sekaligus mempererat kebersamaan warga ‘Aisyiyah.
Tabligh Akbar menghadirkan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) ‘Aisyiyah Jawa Tengah, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., serta diikuti jajaran pengurus, kader, dan warga ‘Aisyiyah dari berbagai cabang dan ranting di Kota Surakarta.
Ketua PDA Kota Surakarta, Dr. Mahasri Shobahiya, mengatakan rangkaian Milad ke-109 tidak hanya dipusatkan pada tabligh akbar, tetapi juga diawali dengan berbagai kegiatan yang melibatkan kader dari berbagai kalangan.
Menurutnya, sejumlah lomba digelar sebagai upaya menumbuhkan semangat berorganisasi dan meningkatkan kualitas dakwah di era digital. Di antaranya lomba khitobah, lomba konten kreator, lomba konten Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), hingga lomba ngrukti jenazah.
“Hari ini merupakan puncak Milad ke-109 ‘Aisyiyah. Sebelumnya telah diselenggarakan berbagai perlombaan sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kembali semangat ber-‘Aisyiyah, semangat beraktivitas, mengembangkan dakwah, sekaligus meningkatkan kreativitas dakwah di lingkungan Kota Surakarta,” ujar Mahasri.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut mampu memperkuat peran kader dalam menghadirkan dakwah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta menjawab tantangan zaman.
Sementara itu, Ketua PW ‘Aisyiyah Jawa Tengah, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan dan inovasi yang dilakukan PDA Kota Surakarta.
Menurut Eny, salah satu hal yang paling mengesankan adalah penampilan peserta Day Care Lansia dan Sekolah Lansia yang membawakan pertunjukan angklung dengan sangat memukau. Program tersebut dinilai menjadi bukti nyata kepedulian ‘Aisyiyah terhadap pemberdayaan kelompok lanjut usia.
“Yang paling monumental adalah penampilan ibu-ibu lansia dari Day Care Lansia dan Sekolah Lansia. Mereka tampil luar biasa memainkan angklung dan sangat memukau,” katanya.
Selain itu, Eny menilai berbagai perlombaan yang digelar juga menunjukkan kemampuan PDA Surakarta dalam mengikuti perkembangan zaman melalui kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan abad ke-21.
Ia juga mengapresiasi bertambahnya jumlah Taman Kanak-kanak (TK) ABA di Kota Surakarta. Menurutnya, adanya dua TK yang dihibahkan kepada ‘Aisyiyah menjadi bukti tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pengelolaan lembaga pendidikan yang dilakukan organisasi tersebut.
“Saat ini jumlah ranting mencapai 55 dengan 69 TK ABA. Bahkan ada ranting yang memiliki dua TK. Ini menunjukkan bahwa ‘Aisyiyah Kota Surakarta terus bergerak dan menjadi motor penggerak pendidikan di masyarakat,” ungkapnya.
Eny berharap keberhasilan PDA Kota Surakarta dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain, terutama dalam pengembangan Day Care Lansia beserta kurikulumnya sehingga dapat direplikasi di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Menurutnya, keberadaan Day Care Lansia merupakan program strategis yang mampu memberikan ruang belajar, berinteraksi, dan meningkatkan kualitas hidup para lansia.
“Ke depan kami berharap setiap daerah memiliki Day Care Lansia sehingga masyarakat semakin merasakan manfaat kehadiran ‘Aisyiyah dalam mendampingi para orang tua untuk belajar, beraktivitas, dan tetap produktif,” tuturnya.
Melalui peringatan Milad ke-109 ini, PDA Kota Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus memperkokoh dakwah kemanusiaan, memperluas layanan pendidikan dan sosial, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan perdamaian dan kemajuan bersama. (*)

