33.9 C
Jakarta

SUMU Pekalongan Raya Perkuat Kolaborasi Pengusaha Muhammadiyah

Baca Juga:

PEKALONGAN, MENARA62.COM – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata PDM Kabupaten Pekalongan, serta Lembaga Pengembang UMKM PWM Jawa Tengah akan menggelar Kopdar SUMU Pekalongan Raya 2026 pada Ahad, 12 Juli 2026, di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan.

 

Mengusung tema “Membangun Kolaborasi, Memperkuat Ekosistem Bisnis Muhammadiyah“, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, konsolidasi, sekaligus penguatan jejaring bagi pengusaha Muhammadiyah, pelaku UMKM, dan calon wirausahawan di wilayah Karesidenan Pekalongan dan sekitarnya.

 

Selama sehari penuh, peserta akan mengikuti berbagai agenda strategis, mulai dari konsolidasi ekosistem bisnis Muhammadiyah, pengenalan Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), hingga sesi business matching dan networking yang dirancang untuk membuka peluang kemitraan antarpelaku usaha.

 

Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Mulyono Kastari, menegaskan Muhammadiyah memiliki potensi ekonomi yang sangat besar apabila seluruh pelaku usaha mampu membangun kolaborasi yang kuat.

 

Muhammadiyah tidak hanya kuat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Kopdar SUMU menjadi momentum untuk menyatukan para pelaku usaha dalam satu ekosistem yang saling menguatkan sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat,” ujarnya.

 

 

 

Ia berharap forum tersebut mampu melahirkan kerja sama nyata antarpengusaha Muhammadiyah sehingga memperkuat kemandirian ekonomi Persyarikatan.

 

Senada dengan itu, Ketua Lembaga Pengembang UMKM PWM Jawa Tengah, Khafid Sirotudin, mengatakan penguatan UMKM saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga membutuhkan akses pasar, pendampingan, serta jejaring bisnis yang luas.

 

“Pelaku UMKM saat ini tidak cukup hanya memiliki produk yang baik. Mereka membutuhkan akses pasar, jejaring kemitraan, pendampingan, dan ruang kolaborasi. Karena itu, Kopdar SUMU menjadi forum strategis untuk mempertemukan berbagai potensi tersebut agar tumbuh bersama,” katanya.

 

 

 

Menurut Khafid, sinergi antara pengusaha yang telah berkembang dengan UMKM yang sedang bertumbuh akan mempercepat lahirnya ekosistem bisnis Muhammadiyah yang sehat, inklusif, dan berdaya saing.

 

Sementara itu, Pimpinan Serikat Usaha Muhammadiyah sekaligus Wakil Ketua Lembaga Pengembang UMKM PP Muhammadiyah, Ghufron Mustaqim, menegaskan SUMU hadir sebagai rumah bersama bagi seluruh pelaku usaha Muhammadiyah di Indonesia.

 

“SUMU dibangun bukan sekadar sebagai komunitas bisnis, melainkan sebagai gerakan kolaborasi. Kami ingin para pengusaha Muhammadiyah saling mengenal, saling membeli produk, saling memperkuat usaha, hingga mampu menciptakan kolaborasi bisnis yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan anggota dan kemajuan ekonomi umat,” ungkapnya.

 

 

 

Menurut Ghufron, penyelenggaraan Kopdar SUMU di berbagai daerah merupakan langkah strategis untuk memperluas jaringan pelaku usaha sekaligus mempercepat terbentuknya ekosistem bisnis Muhammadiyah yang terintegrasi dari tingkat daerah hingga nasional.

 

Selain sesi diskusi, peserta akan mengikuti kegiatan business matching yang mempertemukan pelaku usaha lintas sektor untuk membangun kemitraan secara langsung. Panitia juga menyiapkan sesi networking agar peserta dapat memperluas pasar, bertukar pengalaman, serta membuka peluang kerja sama baru.

 

Kegiatan ini terbuka bagi pengusaha Muhammadiyah, pelaku UMKM, maupun calon wirausahawan di wilayah Karesidenan Pekalongan dan sekitarnya. Dengan biaya pendaftaran sebesar Rp50.000, peserta akan memperoleh fasilitas berupa snack, makan siang, business networking, team building, hingga kesempatan menjalin kolaborasi bisnis.

 

Melalui Kopdar SUMU Pekalongan Raya 2026, Muhammadiyah berharap semakin banyak lahir kolaborasi usaha yang mampu memperkuat ekonomi anggota, mendorong pertumbuhan UMKM, serta membangun ekosistem bisnis Muhammadiyah yang semakin maju, mandiri, dan berkemajuan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!