SOLO, MENARA62.COM – SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo memantapkan langkah menuju sekolah unggul melalui program rebranding yang ditandai dengan peluncuran tagline baru “Pelopor Keunggulan Berkemajuan”. Langkah strategis tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di Ruang Haji Isa, Kamis (9/7/2026).
Rapat kerja bertema “Menuju Sekolah Unggul Berkemajuan” itu diikuti 50 guru dan tenaga kependidikan sebagai momentum menyusun arah pengembangan sekolah sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan berbasis nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam, menegaskan bahwa keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh program unggulan, tetapi juga oleh budaya kerja yang dibangun seluruh warga sekolah.
“Kita harus membangun lingkungan kerja yang saling mendukung, memiliki empati, serta menyelesaikan setiap persoalan dengan tuntas. Dengan kebersamaan dan keikhlasan, insyaallah sekolah akan terus berkembang,” ujarnya.
Dalam rapat kerja tersebut, Nursalam memaparkan hasil analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan sekolah jangka menengah. Hasil analisis tersebut menjadi pijakan lahirnya konsep rebranding untuk memperkuat identitas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo sebagai sekolah Islam berkemajuan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Salah satu hasil penting dari proses rebranding adalah peluncuran tagline “Pelopor Keunggulan Berkemajuan” (Pioneering Progressive Excellence). Tagline tersebut merepresentasikan komitmen sekolah untuk menjadi pelopor dalam menghadirkan pendidikan yang unggul, inovatif, sekaligus berlandaskan nilai-nilai Muhammadiyah.
Menurut Nursalam, kata “Pelopor” mencerminkan semangat menjadi yang terdepan dalam melahirkan inovasi pendidikan. Sementara “Keunggulan” menunjukkan komitmen menghadirkan layanan pendidikan terbaik, baik dalam bidang akademik, pembentukan karakter, maupun pengembangan potensi peserta didik.
Adapun kata “Berkemajuan” menjadi penegasan bahwa seluruh inovasi yang dilakukan tetap berpijak pada nilai-nilai tajdid Muhammadiyah, yakni terus berkembang tanpa meninggalkan jati diri keislaman.
Sebagai tindak lanjut rebranding, sekolah menetapkan enam pilar pengembangan yang akan menjadi fokus hingga Tahun Ajaran 2028/2029. Keenam pilar tersebut meliputi penguatan akademik, peningkatan performa peserta didik, pembinaan ibadah, penguatan karakter, peningkatan kompetensi pendidik, serta pengembangan kompetensi tenaga kependidikan.
Seluruh program akan diukur melalui Key Performance Indicator (KPI) sehingga setiap target pengembangan memiliki indikator yang jelas, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu.
Melalui rebranding ini, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo berharap semakin memperkokoh posisinya sebagai sekolah Islam unggul dan berkemajuan yang menjadi rujukan pendidikan, sekaligus menghadirkan layanan terbaik bagi peserta didik, orang tua, dan masyarakat. (*)

